Prakiraan Cuaca 14 Januari: Sejumlah Wilayah Kalbar Berpotensi Hujan Disertai Angin Kencang

Infografis prakiraan potensi hujan harian di wilayah Kalimantan Barat, Rabu (14/1/2026). (Dok. BMKG Kalbar)
Infografis prakiraan potensi hujan harian di wilayah Kalimantan Barat, Rabu (14/1/2026). (Dok. BMKG Kalbar)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalbar merilis informasi terbaru mengenai prakiraan cuaca Kalimantan Barat untuk hari Rabu, (14/1/2026).

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dinamis, mulai dari potensi hujan hingga ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Baca Juga: Dominan Berawan dan Hujan Dengan Intensitas Ringan, Simak Prakiraan Cuaca Kalbar Selasa Ini

Berdasarkan data meteorologi, kondisi langit di wilayah Kalimantan Barat secara umum diprediksi berawan. Namun, terdapat potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah titik.

BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang akan mengguyur beberapa wilayah, khususnya pada siang hingga sore dan malam hari.

Waspada Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang

Meskipun intensitas hujan di dominasi kategori ringan, BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

“Waspada potensi hujan yang terjadi dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat,” bunyi peringatan resmi BMKG.

Berdasarkan peta sebaran hujan, wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan intensitas sedang pada tanggal 14 Januari meliputi Kabupaten Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, dan Landak. Sementara itu, wilayah pesisir seperti Kota Pontianak, Singkawang, dan Kubu Raya didominasi hujan ringan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kalimantan Barat Senin 12 Januari 2026: Potensi Hujan Ringan Merata di 14 Wilayah

Ancaman Karhutla Meningkat

Selain potensi hujan, BMKG juga menyoroti adanya perubahan pola cuaca dalam satu minggu ke depan.

Analisis data menunjukkan adanya tren penurunan curah hujan di beberapa wilayah menjelang akhir pekan, yang ditandai dengan kondisi berawan atau tidak ada hujan pada tanggal 17 hingga 20 Januari 2026.

Kondisi kering ini memicu peningkatan kerawanan terhadap kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu, BMKG meminta masyarakat dan pemangku kepentingan untuk melakukan langkah antisipasi.

“Waspadai potensi kemudahan terjadi karhutla di wilayah Kalbar selama seminggu ke depan,” tambah keterangan tersebut.

Masyarakat diharapkan terus memantau pembaruan informasi prakiraan cuaca Kalimantan Barat melalui saluran resmi BMKG guna merencanakan aktivitas harian dan memitigasi risiko bencana.

(*Red)