“Kita dalam pulau yang sama di Borneo. Kami sangat tertarik dengan pembangunan Nusantara-ini adalah masa depan. Sesama di Borneo, kami bangga nantinya seluruh dunia akan datang ke Nusantara. Selain transportasi udara, kami juga sedang mengkaji pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan tiga negara, Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam,” kata Lee Kim Shin.
Mukhtara Air Layani Haji dan Umrah
Di sisi lain, Mukhtara Air yang berbasis di Arab Saudi menyasar segmen pasar berbeda. Perusahaan di bawah naungan Manazil Al Mukhtara Company Holding ini masuk ke Indonesia untuk menjawab tingginya permintaan penerbangan ke Tanah Suci.
Saat ini, manajemen Mukhtara Air tengah mempercepat proses sertifikasi Air Operator Certificate (AOC) agar segera bisa terbang secara komersial.
Mereka menyiapkan armada Airbus A320 dan A330 untuk melayani rute domestik maupun internasional.
Operating Director Mukhtara Air, Andik Setiawan, menjelaskan rencana perusahaan untuk menambah jumlah armada pada tahun depan guna memaksimalkan pelayanan.
“Kemudian next year, kita akan ada penambahan sekitar tiga, jadi 4 (unit) A320. Dan tambah 4 lagi (unit) A330. Jadi total kurang lebih 10 (pesawat),” ujar Andik.
Masyarakat menyambut positif kehadiran dua pemain baru ini karena bakal menciptakan kompetisi yang sehat dan memberikan lebih banyak pilihan perjalanan.
(*Sari)










