Tubuh terlalu sibuk melawan perradangan sehingga “lupa” memproduksi darah.
5. Masalah pada Sumsum Tulang
Sumsum tulang belakang adalah “pabrik” tempat sel darah diproduksi.
Jika pabrik ini rusak, otomatis produksi darah terhenti.
Kondisi medis seperti Anemia Aplastik, Leukemia, atau Myelofibrosis dapat menyebabkan sumsum tulang gagal bekerja.
Ini adalah jenis anemia yang tergolong berat dan butuh penanganan medis serius.
5. Faktor Genetik (Keturunan)
Beberapa orang terlahir dengan kondisi genetik yang membuat sel darah merahnya rapuh dan mudah hancur (hemolisis) sebelum waktunya.
- Thalassemia: Kelainan darah yang cukup banyak diidap masyarakat Indonesia, di mana tubuh membuat bentuk hemoglobin yang tidak normal.
- Anemia Sel Sabit: Sel darah merah berbentuk seperti bulan sabit, kaku, dan lengket, sehingga menghambat aliran darah.
Jangan Asal Minum Obat
Banyak orang menganggap semua anemia obatnya sama: tablet penambah darah (zat besi).
Padahal, jika penyebab anemia Anda adalah Thalassemia (kelebihan zat besi), meminum suplemen zat besi justru bisa merusak organ hati dan jantung Anda.
Anemia adalah gejala dari masalah yang lebih mendasar.
Jika Anda sering merasa lemas, pucat, dan jantung berdebar, segera cek darah (Cek Darah Lengkap/CBC) di laboratorium.
Mengetahui penyebabnya apakah karena kurang nutrisi, pendarahan, atau penyakit lain adalah kunci kesembuhan yang sesungguhnya.
Baca Juga: Kecanduan Mengunyah Es Batu? Waspada, Itu Gejala Anemia, Bukan Penyebabnya!
(Mira)
















