Sering Pusing dan Mudah Lelah? Kenali 5 Penyebab Utama Anemia yang Sering Diabaikan

"Sering pusing dan lemas? Jangan remehkan anemia. Simak 5 penyebab anemia mulai dari kurang zat besi, perdarahan, hingga faktor genetik di sini."
Sering pusing dan lemas? Jangan remehkan anemia. Simak 5 penyebab anemia mulai dari kurang zat besi, perdarahan, hingga faktor genetik di sini. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE — Wajah pucat, tubuh lemas, dan sering pusing saat bangkit dari duduk.

Sebagian besar orang Indonesia langsung melabeli kondisi ini sebagai “kurang darah” dan buru-buru minum obat penambah darah.

Secara medis, kondisi ini disebut Anemia, yaitu ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin (Hb) yang sehat.

Hemoglobin ibarat “kendaraan” yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh organ tubuh.

Baca Juga: Pentingnya Protein Hewani untuk Anak: Kunci Tumbuh Kembang, Otak Cerdas, dan Cegah Anemia

Jika kendaraannya kurang, organ tubuh akan “sesak napas” dan lemas.

Namun, tahukah Anda bahwa anemia tidak selalu disebabkan oleh kurang makan bayam atau daging? Ada banyak faktor lain yang memicunya.

Mengetahui penyebab pastinya sangat penting agar pengobatan tidak salah sasaran. Berikut adalah fakta penyebab anemia yang perlu Anda ketahui.

1. Kekurangan Nutrisi (Defisiensi Zat Besi & Vitamin)

Ini adalah penyebab paling umum di seluruh dunia.

Pabrik darah di dalam tubuh (sumsum tulang) membutuhkan bahan baku untuk memproduksi sel darah merah.

Bahan baku utamanya adalah:

  • Zat Besi: Jika asupan daging merah, hati, atau sayuran hijau kurang, produksi hemoglobin akan macet.
  • Vitamin B12 dan Asam Folat: Kekurangan dua vitamin ini menyebabkan tubuh memproduksi sel darah merah yang abnormal (ukurannya terlalu besar) dan tidak berfungsi optimal. Ini sering terjadi pada penganut diet vegetarian ketat tanpa suplemen.

2. Perdarahan (Kehilangan Darah Aktif)

Anemia bisa terjadi karena tubuh kehilangan darah lebih cepat daripada kemampuannya memproduksi darah baru.

  • Menstruasi Berat: Wanita dengan periode haid yang panjang dan volume darah banyak sangat rentan terkena anemia.
  • Perdarahan Internal: Ini yang berbahaya karena sering tidak disadari (silent killer). Contohnya adalah pendarahan lambung akibat maag kronis (tukak lambung), wasir (ambeien), atau polip di usus.

3. Penyakit Kronis (Anemia of Chronic Disease)

Seseorang yang menderita penyakit jangka panjang seringkali mengalami anemia.

Kondisi seperti gagal ginjal, kanker, diabetes, HIV/AIDS, atau penyakit autoimun (Lupus/Rheumatoid Arthritis) dapat mengganggu sinyal tubuh untuk memproduksi sel darah merah.

Tubuh terlalu sibuk melawan perradangan sehingga “lupa” memproduksi darah.

5. Masalah pada Sumsum Tulang

Sumsum tulang belakang adalah “pabrik” tempat sel darah diproduksi.

Jika pabrik ini rusak, otomatis produksi darah terhenti.

Kondisi medis seperti Anemia Aplastik, Leukemia, atau Myelofibrosis dapat menyebabkan sumsum tulang gagal bekerja.

Ini adalah jenis anemia yang tergolong berat dan butuh penanganan medis serius.

5. Faktor Genetik (Keturunan)

Beberapa orang terlahir dengan kondisi genetik yang membuat sel darah merahnya rapuh dan mudah hancur (hemolisis) sebelum waktunya.

  • Thalassemia: Kelainan darah yang cukup banyak diidap masyarakat Indonesia, di mana tubuh membuat bentuk hemoglobin yang tidak normal.
  • Anemia Sel Sabit: Sel darah merah berbentuk seperti bulan sabit, kaku, dan lengket, sehingga menghambat aliran darah.

Jangan Asal Minum Obat

Banyak orang menganggap semua anemia obatnya sama: tablet penambah darah (zat besi).

Padahal, jika penyebab anemia Anda adalah Thalassemia (kelebihan zat besi), meminum suplemen zat besi justru bisa merusak organ hati dan jantung Anda.

Anemia adalah gejala dari masalah yang lebih mendasar.

Jika Anda sering merasa lemas, pucat, dan jantung berdebar, segera cek darah (Cek Darah Lengkap/CBC) di laboratorium.

Mengetahui penyebabnya apakah karena kurang nutrisi, pendarahan, atau penyakit lain adalah kunci kesembuhan yang sesungguhnya.

Baca Juga: Kecanduan Mengunyah Es Batu? Waspada, Itu Gejala Anemia, Bukan Penyebabnya!

(Mira)