Faktakalbar.id, PADANG – Pusat Geospasial TNI Angkatan Udara (Pusgeosau) mulai melaksanakan misi pemotretan udara di sejumlah wilayah terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat.
Baca Juga: Bangkit dari ‘Mati Suri’, CN-235 TNI AU Kembali Mengudara Siap Perkuat Misi di Papua
Langkah ini diambil untuk mendapatkan data geospasial terkini dan akurat.
Data tersebut nantinya akan menjadi dasar vital dalam memetakan luasan area serta tingkat kerusakan infrastruktur maupun lingkungan akibat bencana alam yang terjadi.
Misi pemotretan udara ini dijadwalkan berlangsung selama enam hari, yang telah dimulai sejak Jumat (09/01/2026).
Adapun wilayah yang menjadi sasaran pemetaan meliputi Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, serta Kota Bukittinggi.
Baca Juga: BNPB Pimpin Rapat Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatera Barat
Dalam pelaksanaannya, Pusgeosau mengerahkan teknologi canggih guna memastikan presisi data.
Tim menggunakan pesawat Casa NC-212 milik Skadron Udara 4 TNI Angkatan Udara yang telah dilengkapi dengan Kamera Udara Metrik DMC III.
Selain menggunakan pesawat berawak, Pusgeosau juga mengoperasikan drone Avia Map P-60.
Penggunaan pesawat nirawak ini dikhususkan untuk melakukan pemotretan udara pada area dengan topografi yang variatif dan sulit dijangkau, khususnya di wilayah Kota Padang.
Untuk memperkuat validitas hasil pemetaan, tim di lapangan juga melakukan pemasangan dan pengukuran Ground Control Point (GCP).
Proses ini menggunakan peralatan GPS geodetik guna menjamin akurasi data spasial yang dihasilkan.
(fr)













