Faktakalbar.id, LIFESTYLE — Di balik penampilannya yang pipih, cara berenangnya yang anggun seperti burung terbang, dan wajah bagian bawahnya yang sering terlihat seperti sedang “tersenyum”, ikan pari menyimpan misteri biologi yang luar biasa.
Seringkali, hewan ini hanya dikenal sebagai penghuni akuarium yang lucu atau justru ditakuti karena sengatannya.
Padahal, ikan pari adalah salah satu makhluk purba yang memiliki kekerabatan sangat dekat dengan predator puncak lautan, yaitu hiu.
Meski bersaudara, nasib dan reputasi keduanya sangat berbeda.
Baca Juga: Gemas tapi Tangguh: 5 Fakta Mengejutkan Wombat yang Jarang Orang Tahu
Untuk meluruskan berbagai kesalahpahaman tersebut, berikut adalah 5 fakta mengejutkan yang akan mengubah cara pandang Anda terhadap ikan pari.
1. Tidak Memiliki Tulang Keras (Bersaudara dengan Hiu)
Inilah alasan utama mengapa pari disebut kerabat dekat hiu.
Keduanya masuk dalam kelas Chondrichthyes.
Berbeda dengan ikan mas atau tongkol yang memiliki kerangka tulang keras, seluruh kerangka tubuh ikan pari terbuat dari tulang rawan (kartilago).
Ini adalah jenis materi yang sama dengan yang membentuk daun telinga dan ujung hidung manusia.
Struktur tulang rawan ini membuat tubuh pari sangat ringan dan fleksibel, memungkinkan mereka meliuk-liuk di dalam air dengan gerakan yang sangat efisien dan hemat energi.
2. Memiliki “Super Power” Bernama Ampullae of Lorenzini
Bagaimana cara ikan pari menemukan cacing atau kerang yang bersembunyi di bawah pasir gelap gulita? Mereka tidak menggunakan mata, melainkan menggunakan “indra keenam”.
Ikan pari dilengkapi dengan sensor khusus bernama Ampullae of Lorenzini di sekitar kepala dan mulutnya.
Sensor canggih ini mampu mendeteksi medan listrik lemah yang dipancarkan oleh detak jantung atau kontraksi otot mangsa.
Jadi, meskipun mangsanya terkubur rapat di dalam pasir dan tidak terlihat mata, ikan pari bisa “merasakan” keberadaannya dengan akurat layaknya radar militer.
3. Makan Tanpa Melihat (Posisi Mata dan Mulut yang Unik)
Anatomi ikan pari adalah salah satu yang paling aneh di dunia hewan.
Matanya terletak di bagian atas tubuh (dorsal) untuk mewaspadai predator dari atas, sedangkan mulutnya berada di bagian bawah (ventral) menempel ke dasar laut.
Akibatnya, ikan pari tidak pernah bisa melihat apa yang mereka makan.
Saat menangkap mangsa, mereka murni mengandalkan sensor penciuman dan sensor listrik tadi.
Uniknya lagi, mereka tidak memakan mangsa dengan cara mencabik seperti hiu, melainkan menghancurkan cangkang keras kepiting atau kerang menggunakan lempengan gigi yang sangat kuat seperti alat penggiling.
4. Ekor Berduri Bukan untuk Menyerang
Banyak orang salah paham dan menganggap pari sebagai hewan agresif yang suka menyerang dengan ekornya. Faktanya, ikan pari adalah hewan yang sangat tenang dan pemalu.
Duri (barb) beracun di ekornya murni merupakan alat pertahanan diri (defense mechanism), bukan alat serang.
Mereka hanya akan mengibaskan ekornya secara refleks jika merasa terancam, terpojok, atau terinjak.
Inilah sebabnya penyelam atau pengunjung pantai disarankan melakukan stingray shuffle (berjalan dengan menyeret kaki di pasir) untuk memberi peringatan getaran agar pari menyingkir, alih-alih menginjak tubuhnya.
5. Bisa Bernapas Saat Terkubur Pasir (Spirakel)
Sebagian besar ikan harus terus berenang atau membuka mulut agar air yang kaya oksigen bisa mengalir ke insang.
Namun, ikan pari sering menghabiskan waktu diam terkubur di dasar pasir.
Lalu bagaimana mereka bernapas tanpa menelan pasir?
Ikan pari memiliki lubang khusus bernama Spirakel yang terletak tepat di belakang matanya.
Lubang ini berfungsi menyedot air bersih dari atas tubuh untuk disalurkan ke insang, lalu dibuang lewat celah insang di bawah tubuh.
Mekanisme ini memungkinkan pari tetap bernapas dengan nyaman meski seluruh mulut dan tubuhnya tertimbun lumpur atau pasir saat bersembunyi.
Ikan pari adalah bukti kecanggihan evolusi laut yang sering disalahpahami.
Sebagai kerabat hiu yang “kalem”, mereka memiliki adaptasi tubuh yang luar biasa untuk bertahan hidup.
Mengenal fakta-fakta ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa hormat kita untuk menjaga habitat mereka agar tidak punah.
Baca Juga: Misteri Ubur-ubur: Hewan yang Terdiri dari 95% Air dan Ada yang Bisa Hidup Abadi
(Mira)












