“Penting adanya peran dialog, edukasi, dan advokasi dalam menyikapi berbagai persoalan konstruksi agar dapat diselesaikan secara proporsional sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Edi Rusdi Kamtono.
Pertemuan tersebut berlangsung produktif dengan fokus pembahasan pada isu pengembangan jasa konstruksi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta dukungan kebijakan daerah.
Rangkaian audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antara FORMAJAKON KAL-BAR dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan konstruksi yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
(fr)
















