Faktakalbar.id, KAYONG UTARA – Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, menegaskan pentingnya menjadikan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk memperkuat keimanan.
Ia mengajak masyarakat memperbaiki kualitas ibadah serta membangun karakter yang religius dan berakhlak mulia.
Hal tersebut Romi Wijaya sampaikan saat memberikan sambutan pada peringatan Isra Mikraj di Masjid Agung Oesman Al-Khair, Sabtu (10/1/2026).
Baca Juga: Tinjau Proyek Disdik, Wabup Kayong Utara Pastikan 50 Persen Pekerjaan Fisik Rampung
Kegiatan ini menghadirkan penceramah Mushoffan Makmun. Acara tersebut juga dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi Islam, serta jamaah dari berbagai lapisan masyarakat Kabupaten Kayong Utara.
Dalam sambutannya, Romi mengajak warga untuk menjadikan salat sebagai sumber kekuatan mental.
“Melalui momentum Isra Mikraj ini, mari kita tingkatkan kualitas salat kita, sehingga ibadah menjadi kebutuhan yang menghadirkan ketenangan dan kekuatan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Romi Wijaya.
Bupati juga mengapresiasi terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut. Menurutnya, majelis-majelis taklim sangat penting dalam memperkuat persaudaraan (ukhuwah) dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Kayong Utara berkomitmen mewujudkan masyarakat yang religius.
Romi menegaskan bahwa pembinaan keagamaan dan pembangunan karakter masyarakat terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah sebagai dasar menjaga kerukunan sosial.
Fokus Sukseskan Tuan Rumah MTQ
Pada kesempatan ini, Romi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjauhi sikap saling menyalahkan. Ia meminta warga memperkuat nilai toleransi, kebersamaan, dan saling percaya demi kemajuan daerah.
Secara khusus, Romi Wijaya mengajak ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi Kalimantan Barat.
Baca Juga: Cegah Kriminalitas, Polisi Sisir Bank dan Penginapan di Kayong Utara
Kabupaten Kayong Utara akan bertindak sebagai tuan rumah dalam ajang bergengsi tersebut.
Menurutnya, ajang tersebut bukan hanya kegiatan keagamaan semata, tetapi juga momentum memperkuat identitas religius dan kebanggaan daerah.
(*Sari)
















