Faktakalbar.id, LAUT CHINA SELATAN – Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan taring militernya di kawasan Indo-Pasifik.
Kapal induk bertenaga nuklir, USS Abraham Lincoln (CVN 72), dilaporkan menggelar latihan tempur menggunakan peluru tajam di Laut China Selatan, perairan yang berbatasan langsung dengan beranda utara Indonesia, Kamis (08/01/2026).
Baca Juga: Siasat Cerdik Venezuela, Sistem Hanud Buk-M2E Lolos dari Gempuran Udara AS
Langkah agresif Washington memobilisasi aset strategisnya di Asia ini menjadi sorotan tajam, mengingat manuver tersebut dilakukan hanya berselang beberapa hari pasca ketegangan operasi militer AS di Caracas, Venezuela.
Pengamat menilai, latihan tempur ini merupakan pesan simbolis bahwa AS tetap siap memproyeksikan kekuatan militernya di dua front sekaligus, baik di Amerika Latin maupun di Asia Pasifik.
Angkatan Laut AS (U.S. Navy) mengonfirmasi bahwa USS Abraham Lincoln telah beroperasi di Laut China Selatan setidaknya selama dua pekan terakhir.
Dalam foto yang dirilis Defense Visual Information Distribution Service, kapal induk yang bertolak dari San Diego pada 24 November 2025 ini terlihat menembakkan sistem senjata Phalanx Close-In Weapon System (CIWS).
Baca Juga: Iran Jatuhkan Sanksi kepada 61 Warga Amerika Serikat
Sistem turet ini didesain khusus untuk menangkis serangan rudal, pesawat, maupun kapal cepat musuh yang mendekat.
Juru Bicara Armada ke-7 AS, Komandan Matthew Comer, dalam pernyataan resminya menyebut aktivitas kapal perang tersebut sebagai “operasi rutin”.
















