Rumah Zakat Pontianak Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Nanga Taman

Proses penyerahan bantuan sembako dari relawan Rumah Zakat Pontianak kepada pihak kecamatan untuk disalurkan kepada warga di Nanga Taman, Sabtu (10/1).
Proses penyerahan bantuan sembako dari relawan Rumah Zakat Pontianak kepada pihak kecamatan untuk disalurkan kepada warga di Nanga Taman, Sabtu (10/1). (Dok. Polres Sekadau)

Faktakalbar.id, SEKADAU – Upaya pemulihan pascabencana terus digencarkan di Kabupaten Sekadau. Kali ini, warga terdampak banjir di Desa Nanga Taman, Kecamatan Nanga Taman, menerima perhatian khusus melalui penyaluran bantuan logistik.

Bantuan berupa paket sembako tersebut disalurkan langsung oleh relawan dari Rumah Zakat Pontianak pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Baca Juga: Banjir di Sekadau Rendam 11 Desa, 11.583 Jiwa Terdampak dan Akses Jalan Putus

Kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk meringankan beban masyarakat yang aktivitas ekonominya sempat lumpuh akibat genangan air.

Proses distribusi bantuan dilakukan secara terstruktur. Bantuan diserahkan oleh pihak relawan kepada Camat Nanga Taman, untuk selanjutnya didistribusikan melalui pemerintah desa.

Mekanisme ini dipilih agar bantuan dapat sampai ke tangan yang berhak secara merata dan tepat sasaran.

Kegiatan serah terima tersebut disaksikan langsung oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau, serta Kepala Desa Nanga Taman.

Kapolres Sekadau, AKBP Andhika Wiratama, melalui Kasi Humas AKP Triyono, menjelaskan bahwa kegiatan sosial ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi penanganan bencana di wilayah tersebut.

“Penyaluran bantuan ini sejalan dengan hasil rapat koordinasi pasca banjir yang menekankan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk logistik dan layanan kesehatan,” ujar AKP Triyono.

Selain memastikan ketersediaan pangan bagi warga terdampak banjir, pemerintah daerah bersama instansi terkait juga terus memantau kondisi kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Banjir Sekadau: Sungai Meluap, 11.583 Jiwa Terdampak

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi munculnya penyakit pasca banjir serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap kondusif selama masa pemulihan.

(*Red)