“Stok LPG 3 kilogram di wilayah Kapuas Hulu tersedia. Kondisi dengan kendala tersebut pada umumnya dipengaruhi oleh peningkatan pembelian pada waktu tertentu serta pola pembelian masyarakat. Hal ini bersifat sementara dan terus kami pantau agar penyesuaian distribusi dapat segera dilakukan,” jelasnya.
Pertamina juga mengingatkan agar pangkalan resmi menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan melarang penjualan kembali dengan harga tinggi.
Warga diminta melapor ke Pertamina Contact Center 135 jika menemukan pelanggaran.
Baca Juga: Satgas Pangan Sintang Temukan Restoran Timbun Puluhan Tabung Gas Elpiji Bersubsidi
Bupati Minta Polisi Bertindak Tegas
Di sisi lain, Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, merespons serius keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan tingginya harga gas subsidi ini.
Bupati yang akrab disapa Bang Sis ini menyatakan bahwa Pemerintah Daerah sebenarnya telah menyampaikan kondisi ini ke Pertamina sejak sebelum perayaan Natal.
Menurutnya, kelangkaan tidak hanya terjadi di Kapuas Hulu, tetapi hampir merata di wilayah Kalimantan Barat. Namun, ia menaruh curiga adanya permainan oknum di tengah kesulitan warga.
“Saya berharap polisi dapat bertindak tegas apabila ditemukan praktik-praktik curang tersebut,” tegas Fransiskus Diaan kemarin.
Bupati sangat menyayangkan apabila terdapat oknum pangkalan maupun agen yang sengaja menumpuk stok LPG 3 kilogram demi mencari keuntungan pribadi.
(*Red)
















