Pertamina Klaim Stok Aman dan Tambah Pasokan, Bupati Kapuas Hulu Minta Polisi Tindak Penimbun LPG 3 Kilogram

Suasana antrian Warga Kapuas Hulu untuk mendapatkan 1 tabung gas elpiji Bersubsidi yang di gelar Pemkab Kapuas Hulu
Suasana antrian Warga Kapuas Hulu untuk mendapatkan 1 tabung gas elpiji Bersubsidi yang di gelar Pemkab Kapuas Hulu. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, KAPUAS HULU – Menanggapi isu kelangkaan gas subsidi di masyarakat, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan bahwa ketersediaan LPG 3 kilogram di Kabupaten Kapuas Hulu saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi.

Pertamina mengklaim telah melakukan penebalan stok secara signifikan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.

Baca Juga: Gas 3 Kg Langka di Sintang, Harga Tembus Rp100 ribu

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengungkapkan data penyaluran tambahan yang telah dilakukan.

Sejak Desember 2025, Pertamina telah menyalurkan tambahan pasokan (extra dropping) sekitar 173 persen dari penyaluran harian. Langkah ini dilanjutkan pada Januari 2026 dengan penambahan pasokan mencapai 203 persen.

“Pertamina memastikan pasokan LPG 3 kilogram di Kabupaten Kapuas Hulu tersedia dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. Penambahan pasokan telah dilakukan sejak Desember sebagai upaya menjaga kelancaran distribusi, khususnya pada periode meningkatnya kebutuhan,” ujar Edi Mangun.

Dukungan Infrastruktur Distribusi

Edi menjelaskan, secara infrastruktur distribusi, penyaluran LPG 3 kilogram di Kabupaten Kapuas Hulu didukung oleh 8 agen dan 406 pangkalan aktif.

Khusus untuk Kecamatan Putussibau Selatan, distribusi dilayani oleh 5 agen dan 23 pangkalan, jumlah yang dinilai memadai untuk melayani kebutuhan warga setempat.

Terkait adanya kendala di lapangan, Edi menyebut hal itu lebih dipengaruhi oleh pola pembelian masyarakat yang meningkat pada waktu tertentu.

“Stok LPG 3 kilogram di wilayah Kapuas Hulu tersedia. Kondisi dengan kendala tersebut pada umumnya dipengaruhi oleh peningkatan pembelian pada waktu tertentu serta pola pembelian masyarakat. Hal ini bersifat sementara dan terus kami pantau agar penyesuaian distribusi dapat segera dilakukan,” jelasnya.

Pertamina juga mengingatkan agar pangkalan resmi menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan melarang penjualan kembali dengan harga tinggi.

Warga diminta melapor ke Pertamina Contact Center 135 jika menemukan pelanggaran.

Baca Juga: Satgas Pangan Sintang Temukan Restoran Timbun Puluhan Tabung Gas Elpiji Bersubsidi

Bupati Minta Polisi Bertindak Tegas

Di sisi lain, Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, merespons serius keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan tingginya harga gas subsidi ini.

Bupati yang akrab disapa Bang Sis ini menyatakan bahwa Pemerintah Daerah sebenarnya telah menyampaikan kondisi ini ke Pertamina sejak sebelum perayaan Natal.

Menurutnya, kelangkaan tidak hanya terjadi di Kapuas Hulu, tetapi hampir merata di wilayah Kalimantan Barat. Namun, ia menaruh curiga adanya permainan oknum di tengah kesulitan warga.

“Saya berharap polisi dapat bertindak tegas apabila ditemukan praktik-praktik curang tersebut,” tegas Fransiskus Diaan kemarin.

Bupati sangat menyayangkan apabila terdapat oknum pangkalan maupun agen yang sengaja menumpuk stok LPG 3 kilogram demi mencari keuntungan pribadi.

(*Red)