Dulu Membenci, Sekarang Menjadi: Mengapa Squidward Adalah Cerminan Jujur Pekerja Gen Z dan Milenial

"Dulu kita membenci sikapnya yang pemarah, kini kita memahaminya. Simak mengapa Squidward Tentacles adalah representasi paling jujur dari pekerja Gen Z dan Milenial di tengah hustle culture."
Dulu kita membenci sikapnya yang pemarah, kini kita memahaminya. Simak mengapa Squidward Tentacles adalah representasi paling jujur dari pekerja Gen Z dan Milenial di tengah hustle culture. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Ada sebuah pepatah internet yang berbunyi: “You either die a SpongeBob, or live long enough to see yourself become a Squidward.”

Saat kita kecil menonton SpongeBob SquarePants, kita memandang Squidward Tentacles sebagai tokoh yang menyebalkan.

Ia pemalas, sinis, suka mengeluh, dan selalu merusak kebahagiaan SpongeBob.

Namun, saat kita beranjak dewasa dan mulai mencicipi kerasnya dunia kerja, pandangan itu berubah 180 derajat.

Baca Juga: Bukan Sekadar Tupai Lewat, Ini 5 Fakta Mengejutkan Karakter Sandy Cheeks di SpongeBob!

Tiba-tiba, kita sadar: Squidward bukanlah penjahat. Dia hanyalah orang dewasa yang lelah.

Berikut adalah realitas mengapa karakter gurita kasir ini adalah representasi paling akurat dari pekerja zaman sekarang di tengah gempuran hustle culture.

1. Korban “Toxic Positivity” di Tempat Kerja

Squidward terjebak di antara dua ekstrem yang menyiksa: Bos yang kikir (Tuan Krabs) dan rekan kerja yang terlalu over-enthusiastic (SpongeBob).

Di dunia nyata, SpongeBob adalah representasi dari rekan kerja yang memuja “budaya gila kerja”.

Mereka yang datang terlalu pagi, pulang terlalu malam tanpa dibayar lembur, dan selalu tersenyum meski diberi beban kerja irasional.

Kehadiran “SpongeBob” di kantor sering kali membuat standar kerja menjadi tidak sehat, membuat orang normal seperti Squidward terlihat “malas” hanya karena ingin pulang tepat waktu.

2. Pelopor “Quiet Quitting” dan “Acting Your Wage”

Jauh sebelum istilah Quiet Quitting (bekerja sesuai porsi gaji) viral di TikTok, Squidward sudah mempraktikkannya selama dua dekade.

Ingat bagaimana dia sering membaca majalah di balik mesin kasir? Atau tidur saat Tuan Krabs tidak melihat? Squidward memiliki prinsip: “Saya dibayar minimum, maka saya akan memberikan usaha minimum.”

Bagi pekerja modern yang sering merasa dieksploitasi oleh perusahaan yang menuntut loyalitas tanpa kenaikan gaji, sikap masa bodoh Squidward adalah bentuk perlawanan rasional untuk menjaga kewarasan.

3. Mimpi yang Terbentur Realita (Passion vs Paycheck)

Squidward sebenarnya bukan kasir.

Di dalam hatinya, dia adalah seniman. Dia bermain klarinet, melukis, dan menari.

Namun, bakatnya tidak cukup untuk membayar tagihan, sehingga ia terpaksa bekerja di Krusty Krab.

Ini adalah realitas pahit banyak pekerja muda saat ini.

Banyak sarjana seni, penulis, atau musisi yang terpaksa bekerja sebagai admin atau customer service demi bertahan hidup.

Squidward mengajarkan bahwa tidak apa-apa jika pekerjaanmu sekarang bukanlah mimpimu. Itu hanyalah sarana untuk membiayai hidupmu yang sesungguhnya di luar jam kerja.

4. Burnout dan Keinginan untuk “Healing”

Satu-satunya hal yang diinginkan Squidward adalah kedamaian. Dia hanya ingin pulang, mandi air hangat, minum teh, dan tidak diganggu.

Namun, dunia (SpongeBob dan Patrick) selalu berisik dan menuntut perhatiannya.

Ini sangat relate dengan kondisi kita yang selalu terkoneksi.

Notifikasi WhatsApp grup kantor di malam hari, email di akhir pekan, dan tuntutan sosial membuat kita merindukan kesendirian seperti Squidward. Wajah lelahnya adalah wajah kita semua di hari Senin pagi.

5. Membenci Kapitalisme yang Serakah

Squidward tahu betul bahwa Tuan Krabs mencintai uang lebih dari nyawa karyawannya.

Tuan Krabs pernah menjual jiwa SpongeBob demi 62 sen.

Squidward adalah satu-satunya karakter yang sadar betapa tidak adilnya sistem kerja di Krusty Krab.

Dia sering menyuarakan protes (bahkan pernah memimpin pemogokan kerja), meskipun akhirnya sering gagal.

Skeptisisme Squidward terhadap atasan adalah cerminan sikap kritis pekerja modern terhadap korporasi yang sering kali tidak memanusiakan manusia.

Menjadi Squidward bukan berarti kita menjadi orang jahat.

Itu artinya kita mulai menetapkan batasan (boundaries).

Kita belajar bahwa pekerjaan hanyalah bagian dari hidup, bukan seluruh hidup kita.

Jadi, jika hari ini Anda merasa ingin marah-marah karena rekan kerja yang berisik atau bos yang pelit, jangan khawatir. Anda tidak sendiri.

Kita semua adalah Squidward pada waktunya.

Baca Juga: 5 Alasan Kenapa Kita Perlu Menonton Spongebob? Lebih dari Sekadar Kartun Biasa

(Mira)