Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Panas, tapi ngangeni. Mungkin itulah kalimat yang paling pas untuk menggambarkan Kota Pontianak.
Ibu kota Provinsi Kalimantan Barat ini memang dikenal dengan suhu udaranya yang cukup menyengat, namun kehangatan interaksi warganya dan kelezatan kulinernya selalu berhasil membuat siapa saja ingin kembali.
Pontianak adalah titik temu peradaban sungai dan daratan, serta akulturasi budaya yang harmonis.
Jika Anda berencana berkunjung, atau sekadar ingin tahu, inilah 5 hal menarik yang membuat Pontianak begitu istimewa.
Baca Juga: Lucu atau Mengerikan? Ini 5 Rekomendasi Film Badut Ikonik yang Wajib Masuk Watchlist-mu
1. Satu-satunya Kota yang Tepat Dilintasi Garis Khatulistiwa
Banyak negara dilewati garis ekuator, tapi hanya Pontianak yang memiliki tugu penanda tepat di titik nol derajat lintang bumi yang membelah kota. Inilah alasan Pontianak dijuluki Kota Khatulistiwa.
Keunikannya memuncak dua kali setahun (biasanya Maret dan September) saat terjadi fenomena Kulminasi Matahari.
Pada saat itu, matahari berada tepat di atas kepala sehingga bayangan benda termasuk tubuh kita akan “menghilang” selama beberapa detik. Ini adalah fenomena alam langka yang menjadi daya tarik wisata edukasi kelas dunia.
2. Romantisme Sungai Terpanjang di Indonesia
Denyut nadi Pontianak adalah Sungai Kapuas. Dengan panjang 1.143 km, sungai ini menjadi jalur transportasi vital sekaligus pusat wisata.
Menikmati Pontianak belum lengkap tanpa menyusuri Waterfront City.
Anda bisa menaiki kapal wisata (Kuli Air) di sore hari, menikmati semilir angin sungai sambil melihat aktivitas warga lokal yang masih mandi atau mencuci di tepian.
Saat malam tiba, pantulan lampu jembatan dan lampion di permukaan air menciptakan suasana syahdu yang tak terlupakan.
3. Surga Kuliner: Dari Choipan hingga Sotong Pangkong
Bagi pencinta makanan, Pontianak adalah surga. Akulturasi budaya Tionghoa, Melayu, dan Dayak melahirkan ragam kuliner yang menggoyang lidah.
- Choipan (Chaikue): Kuliner wajib berupa adonan tepung beras berisi bengkuang atau kucai dengan taburan bawang putih goreng yang gurih.
- Sotong Pangkong: Cumi kering yang dibakar lalu dipukul-pukul (dipangkong) hingga empuk, disajikan dengan sambal kacang atau asam pedas. Paling nikmat disantap malam hari di sepanjang Jalan Merdeka.
- Pisang Goreng Srikaya: Pisang nipah yang digoreng renyah dengan selai srikaya homemade yang manis legit.
4. Budaya “Ngopi” yang Tak Pernah Tidur
Jangan kaget jika melihat warung kopi (warkop) di Pontianak sudah buka sejak subuh dan masih ramai hingga tengah malam.
Bagi warga Pontianak, ngopi bukan sekadar minum, tapi ritual sosial.
Kawasan Jalan Gajah Mada sering disebut sebagai “Coffee Street“-nya Pontianak.
Di sini, ribuan orang dari berbagai latar belakang duduk satu meja, menyeruput kopi saring khas Pontianak yang pekat, sambil membicarakan apa saja mulai dari politik hingga bola.
Istilahnya, “Dunia belum kiamat kalau warkop di Pontianak belum tutup.”
5. Harmoni Tidayu (Tionghoa, Dayak, Melayu)
Pontianak adalah etalase toleransi yang indah.
Tiga etnis mayoritas Tionghoa, Dayak, dan Melayu (disingkat Tidayu) hidup berdampingan dengan damai selama ratusan tahun.
Keharmonisan ini terlihat jelas saat perayaan hari besar.
Anda bisa melihat kemeriahan Imlek dan Cap Go Meh dengan atraksi Naga dan Barongsai yang spektakuler, berbaur dengan tradisi Melayu seperti Meriam Karbit saat Lebaran, serta Gawai Dayak yang penuh warna.
Keberagaman inilah yang menjadi kekayaan sejati Kota Pontianak.
Kesimpulan
Pontianak mungkin bukan kota metropolitan dengan gedung pencakar langit yang menjulang, tetapi ia memiliki karakter yang kuat.
Perpaduan antara fenomena alam yang unik, kuliner yang lezat, dan kehangatan warganya menjadikan Pontianak destinasi yang wajib masuk dalam daftar perjalanan Anda.
Sudah siap menantang panasnya matahari di Titik Nol Derajat?
Baca Juga: Debit Air Meningkat Drastis, Wisata Riam Merasap Bengkayang Diterjang Banjir
(*Mira)
















