Faktakalbar.id, KALIMANTAN BARAT – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan Indonesia akan segera memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, Kalimantan Barat (Kalbar) tercatat sebagai salah satu wilayah prioritas pembangunan proyek strategis ini, bersanding dengan Bangka Belitung (Babel).
Meskipun demikian, penetapan lokasi tersebut belum sepenuhnya final.
Baca Juga: Kim Jong Un Pamer Kekuatan Nuklir, Pimpin Langsung Uji Coba Rudal Jelajah Strategis
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa pemerintah masih mengkaji keputusan terkait lokasi PLTN pertama tersebut.
Kajian Lokasi dan Off-taker
Eniya mengungkapkan bahwa meskipun RUPTL menyebutkan dua lokasi utama, data teknis untuk wilayah Bangka Belitung memang lebih banyak tersedia.
Namun, ia mencatat bahwa Kalimantan Barat juga memiliki progres yang menjanjikan.
“Nah lokasi kan dua yang disebutkan di RUPTL. Data yang paling banyak di Bangka, tapi Kalimantan ada yang sudah pra-FS atau apa yang mendahului. Terus datanya seperti apa saya belum tahu tuh. Nah nanti kalau tempat-tempat lain juga memungkinkan ya why not,” ujar Eniya di Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Selain dua wilayah tersebut, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sebenarnya merekomendasikan 28 lokasi potensial lainnya.
Eniya menegaskan bahwa penentuan lokasi sangat bergantung pada kepastian pembeli listrik atau off-taker.
















