Update Banjir Bandang Sitaro Hari Keempat: 17 Orang Meninggal, Tanggap Darurat Ditetapkan 14 Hari

Kerusakan permukiman dan fasilitas warga pasca banjir di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara, Rabu, (7/1). Sumber BPBD Kab. Kep. Sitaro
Kerusakan permukiman dan fasilitas warga pasca banjir di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara, Rabu, (7/1). (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, SITARO – Penanganan darurat pascabencana di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, memasuki hari keempat pada Kamis (8/1/2026).

Operasi pencarian korban hilang serta pemenuhan kebutuhan logistik pengungsi masih menjadi prioritas utama tim gabungan di lokasi terdampak banjir bandang Sitaro.

Baca Juga: Banjir Bandang Hantam Kepulauan Sitaro: 9 Tewas, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi

Berdasarkan pemutakhiran data oleh Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis (8/1), tercatat adanya penambahan jumlah korban jiwa dalam peristiwa ini.

“Jumlah korban jiwa meninggal dunia tercatat sebanyak 17 orang, termasuk satu korban anak yang ditemukan pada Rabu, (7/1). Dari total tersebut, sebagian korban telah teridentifikasi,” ungkap laporan tertulis Pusdalops BNPB.

Selain korban meninggal, tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat masih mencari dua orang yang dinyatakan hilang.