Pemkot Pontianak Bangun SPALD-T Tahun Ini, Targetkan 16 Ribu Sambungan

Desain 3D rencana pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau SPALD-T yang terintegrasi dengan tepian sungai di Pontianak. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Desain 3D rencana pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau SPALD-T yang terintegrasi dengan tepian sungai di Pontianak. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus mempercepat realisasi pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T).

Proyek strategis nasional yang menjadi prioritas dalam peningkatan kualitas lingkungan dan sanitasi ini ditargetkan mulai dibangun secara fisik pada tahun ini.

Baca Juga: Benahi Fasilitas Kesehatan, Pemkot Pontianak Targetkan Seluruh Puskesmas Layak Pakai di 2027

Lokasi pembangunan dipusatkan di Gang Martapura, Kelurahan Benua Melayu Laut, dan Nipah Kuning, Kelurahan Sungai Jawi Luar.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, meninjau langsung kesiapan lokasi pembangunan SPALD-T di Gang Martapura, Kamis (08/01/2026).

Dalam tinjauannya, Edi memastikan kesiapan lahan dan prasarana pendukung telah mencapai tahap akhir sebelum konstruksi dimulai.

“Saya lihat ada beberapa, sedikit yang masih belum selesai tapi secara umum 95 persen sudah aman,” ujar Edi usai meninjau lokasi.

Edi menambahkan, area pembangunan SPALD-T di lokasi tersebut nantinya akan terintegrasi dengan penataan kawasan waterfront dan taman di bawah Jembatan Duplikasi Kapuas 1.

Baca Juga: Sekda Pontianak Tekankan Akurasi Laporan TPID, Inflasi 2025 Terkendali

“Meski ada sedikit bagian yang belum rampung sepenuhnya, proyek secara umum sudah mencapai 95 persen kesiapan dari sisi lahan dan prasarana untuk masuk ke tahap konstruksi,” tuturnya.

SPALD-T sendiri merupakan sistem pengelolaan limbah domestik modern yang dirancang untuk menyalurkan air limbah rumah tangga melalui jaringan perpipaan menuju instalasi pengolahan terpusat, sebelum akhirnya dibuang ke badan air dalam kondisi aman bagi lingkungan.

Program ini direncanakan mencakup pelayanan hingga 16 ribu sambungan rumah tangga.