4. Sebuah Arsip Sejarah tentang Pendidikan Seksual
Nilai dari film ini adalah fungsinya sebagai arsip budaya.
Di era modern di mana pendidikan seksual seringkali dilakukan lewat kurikulum sekolah atau media digital, film “Gowok” mengingatkan kita bahwa nenek moyang memiliki caranya sendiri (meski kini dianggap usang) untuk membekali calon pengantin.
Film ini membuka ruang diskusi: Apakah metode masa lalu sepenuhnya salah? Atau adakah nilai tentang “menghargai pasangan” yang justru hilang di era modern yang serba instan ini?
Film “Gowok” bukanlah film tentang adegan dewasa terselubung.
Ini adalah drama sejarah yang memotret dinamika relasi kuasa, tradisi, dan upaya manusia memahami tubuhnya sendiri.
Film ini layak ditonton bagi mereka yang ingin memahami sejarah sosiologi masyarakat Jawa tanpa pretensi menghakimi masa lalu.
(*Mira)
















