Genggam es batu sekuat tenaga hingga mencair, atau basuh wajah dengan air es.
Sensasi dingin yang ekstrem akan memaksa otak untuk beralih fokus dari pemicu amarah ke sensasi fisik yang dirasakan tubuh.
Ini adalah “rem darurat” yang efektif untuk menghentikan ledakan emosi sesaat.
5. Bernyanyi atau Berteriak di Ruang Kedap
Terkadang, emosi hanya butuh suara untuk keluar. Menahan suara tangisan atau teriakan justru membuat dada semakin sesak.
Apa yang harus dilakukan:
Carilah tempat yang privat, seperti di dalam mobil, di dalam kamar dengan wajah tertutup bantal, atau pergi ke tempat karaoke.
Bernyanyilah lagu rock atau berteriaklah sekeras mungkin ke dalam bantal.
Pelepasan vokal ini membantu melegakan diafragma dan mengurangi ketegangan otot di sekitar leher dan rahang.
Mengelola emosi bukan berarti Anda tidak boleh marah.
Anda berhak marah, namun Anda bertanggung jawab atas bagaimana cara meluapkannya.
Pilihlah satu dari kegiatan di atas yang paling cocok untuk Anda agar hati kembali tenang tanpa penyesalan.
Baca Juga: Baru Hobi Mendaki? Ini 5 Gunung ‘Ramah Pemula’ dengan View Juara yang Wajib Kamu Coba
(*Mira)
















