Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Dunia kesehatan kembali waspada. Sebuah varian baru influenza A H3N2, yang para ahli sebut sebagai subclade K atau Super Flu, kini merebak di beberapa negara. Wabah ini memicu kekhawatiran karena memunculkan gejala super flu yang lebih parah dan durasi sakit yang lebih lama dibanding flu musiman biasa.
Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) telah mengeluarkan peringatan terkait infeksi ini. Direktur Pusat Influenza Dunia di Institut Francis Crick, Profesor Nicola Lewis, mengakui adanya dinamika yang tidak biasa dari virus ini.
“Ini benar-benar membuat saya khawatir. Saya tidak panik, tetapi khawatir,” ungkap Lewis.
Baca Juga: Super Flu Subclade K Masuk Indonesia: Kenali Gejala Berat dan Panduan Pencegahannya
Secara umum, fase awal serangan virus ini mirip dengan flu biasa. Penderita akan merasakan demam, batuk, dan sakit tenggorokan. Namun, perbedaan utamanya terletak pada daya tahan virus dan efek jangka panjangnya.
Strain baru ini memiliki kemampuan menghindari kekebalan tubuh, baik dari vaksin maupun infeksi sebelumnya, sehingga membuat penderitanya sakit lebih lama.
Profesor dari Vanderbilt University School of Medicine, William Schaffner, menjelaskan bahwa efek penyakit ini bisa bertahan meski fase akut sudah lewat.
“Begitu influenza menyerang, efeknya bisa bertahan lebih lama dibandingkan fase sakit akutnya,” jelas Schaffner.
Peneliti Senior di Johns Hopkins Center for Health Security, Amesh A Adalja, merinci tahapan gejala yang perlu masyarakat waspadai.
Baca Juga: Kemenkes Konfirmasi 62 Kasus Super Flu Terdeteksi di Indonesia
Menurutnya, meski demam mereda dalam beberapa hari, rasa lelah luar biasa (fatigue) dan tidak enak badan bisa bertahan hingga satu minggu atau lebih.
Selain itu, tubuh akan membentuk respons peradangan untuk melawan virus. Proses ini seringkali memicu batuk kering, sakit tenggorokan, dan rasa lemas yang berkepanjangan meskipun infeksi utamanya sudah mulai sembuh.
(*Sari)
















