Angka tersebut berasal dari gabungan target KUR Rp1 triliun, pinjaman daerah sekitar Rp600 miliar, serta kredit konstruksi dan Pengadaan Barang dan Jasa (KPBJ).
Terkait kualitas kredit, Rokidi menegaskan pihaknya tetap berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meneliti Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) calon debitur guna memitigasi risiko macet.
Baca Juga: Tahun Terberat, Kinerja Bank Kalbar 2025 Justru Tumbuh dengan Penyaluran Kredit Rp18,07 Triliun
(*Mira)
















