Faktakalbar.id, PONTIANAK – Kinerja positif penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Kalbar dengan Non-Performing Loan (NPL) yang terjaga di angka 1,6% membuat pemerintah pusat memberikan kepercayaan lebih besar pada tahun 2026.
Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, mengungkapkan bahwa Kementerian telah memberikan plafon KUR sebesar Rp1,5 triliun untuk tahun 2026.
Angka ini melonjak signifikan dibandingkan fasilitas tahun sebelumnya yang sebesar Rp750 miliar.
“KUR 2026 Pak Menteri memberi Rp1,5 triliun, besar banget itu. Tapi kami mungkin ambil Rp1 triliun dulu agar bisa improve,” kata Rokidi, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga: Antisipasi Penurunan TKD, Bank Kalbar Siapkan Skema Pinjaman Daerah Rp600 Miliar untuk Pemda
Jika dikalkulasikan, total ekspansi kredit Bank Kalbar pada 2026 diproyeksikan menembus angka Rp2 triliun.
Angka tersebut berasal dari gabungan target KUR Rp1 triliun, pinjaman daerah sekitar Rp600 miliar, serta kredit konstruksi dan Pengadaan Barang dan Jasa (KPBJ).
Terkait kualitas kredit, Rokidi menegaskan pihaknya tetap berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meneliti Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) calon debitur guna memitigasi risiko macet.
Baca Juga: Tahun Terberat, Kinerja Bank Kalbar 2025 Justru Tumbuh dengan Penyaluran Kredit Rp18,07 Triliun
(*Mira)
















