“Dia Memproduksi Kokain”, Trump Peringatkan Keras Presiden Kolombia Gustavo Petro

Donald Trump saat memberikan pernyataan tegas terkait aliran narkoba dari Amerika Latin ke Amerika Serikat. Ia secara spesifik menuding Presiden Kolombia membiarkan produksi kokain untuk dikirim ke AS. (Dok. Ist)
Donald Trump saat memberikan pernyataan tegas terkait aliran narkoba dari Amerika Latin ke Amerika Serikat. Ia secara spesifik menuding Presiden Kolombia membiarkan produksi kokain untuk dikirim ke AS. (Dok. Ist)

“Dia sebaiknya jaga dirinya dan Dia memproduksi kokain dan mengirimkannya ke Amerika Serikat, Saya tetap pada pernyataan saya,” tegas Trump dalam pidatonya.

Peringatan ini tidak hanya ditujukan kepada Kolombia. Trump juga menyampaikan pesan serupa kepada Presiden Kuba, Miguel Díaz-Canel, dan Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum.

Langkah ini menegaskan posisi AS yang tidak akan main-main dalam menindak tegas kartel narkoba Amerika Latin, termasuk penyebaran Fentanyl yang dinilai telah merusak generasi muda di Amerika.

Peta Kekuatan Kartel dan Gerilyawan

Pernyataan keras AS ini didasari fakta bahwa sumber narkoba skala besar yang masuk ke negaranya memang berasal dari poros Kolombia dan Meksiko.

Baca Juga: Kebijakan ‘Perang Narkoba’ Trump di Karibia Tuai Polemik, 29 Orang Tewas

Di Meksiko, kartel besar seperti Sinaloa, CJNG, dan Northeast Cartel masih mendominasi wilayah gurun pedesaan. Sementara di Kolombia, sejarah panjang kartel Medellin dan Cali kini beralih pada keterlibatan kelompok gerilyawan.

Kelompok gerilyawan di Kolombia, baik yang berideologi kiri maupun kanan, diketahui menjadikan penyelundupan narkoba sebagai sumber pendanaan perjuangan ideologis mereka.

Wilayah hutan belantara Kolombia yang sulit dijangkau menjadi basis operasional utama kelompok seperti FARC dan ELN.

Pergeseran Geopolitik

Ketegangan ini juga dipicu oleh latar belakang Gustavo Petro yang merupakan mantan gerilyawan M-19.

Sikap politiknya dinilai sejalan dengan blok kiri Amerika Latin lainnya, seperti Nicholas Maduro di Venezuela, Claudia Sheinbaum di Meksiko, dan Miguel Diaz-Canel di Kuba.

Padahal sebelumnya, pemerintah Kolombia relatif dekat dengan AS dan Israel, terutama dalam kerja sama militer untuk memerangi kartel.

AS kini berkepentingan menjaga kawasan Amerika Latin agar tetap pro-Barat di tengah menguatnya pengaruh dagang Tiongkok, sekaligus menyelesaikan krisis overdosis narkoba di dalam negerinya.

(ra)