Faktakalbar.id, CARACAS – Operasi militer Amerika Serikat di Venezuela memasuki fase krusial dengan dilancarkannya serangan udara presisi oleh Korps Marinir AS (USMC).
Mengandalkan jet tempur siluman F-35B, militer AS dilaporkan berhasil menghancurkan sejumlah aset vital Angkatan Udara Venezuela di berbagai pangkalan udara pada Sabtu (3/1/2026).
Laporan lapangan menyebutkan bahwa serangan ini dilakukan secara terkoordinasi untuk menekan pertahanan udara musuh sebelum armada Venezuela sempat bereaksi.
Target utama serangan meliputi sistem pertahanan udara jarak jauh, seperti unit S-300V dan Buk-M2, beserta depot amunisinya, yang dihantam rudal sesaat sebelum F-35B menyisir landasan pacu.
7 Jet Tempur Hancur di Darat
Dampak dari serangan dadakan ini sangat fatal bagi kekuatan udara Venezuela.
Laporan yang belum terkonfirmasi menyebutkan setidaknya tujuh unit pesawat tempur, yang terdiri dari Su-30MK2V buatan Rusia dan F-16, hancur lebur saat masih berada di pangkalan.
Pesawat-pesawat ini dinilai sebagai ancaman potensial bagi operasi gabungan AS sehingga harus dinetralisir sejak dini.
Buka Jalan Pasukan Khusus
Kampanye udara ini disebut sebagai langkah pembuka untuk memuluskan operasi pendaratan gabungan.
Operasi darat tersebut melibatkan Resimen Penerbangan Operasi Khusus ke-160 Angkatan Darat AS (Unit Night Stalkers) dan Unit Ekspedisi Marinir ke-22, dengan menggunakan helikopter MH-47G dan CH-53E.
Selain F-35B, pesawat F/A-18 Hornet berbasis kapal induk juga turut serta memberikan perlindungan udara bagi elemen lintas udara yang bergerak masuk.
(Ra)
















