Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Perempuan sering kali memegang peran vital sebagai pengelola keuangan utama, baik untuk dirinya sendiri maupun dalam lingkup rumah tangga. Kemampuan mengelola arus kas menjadi keterampilan hidup yang wajib dimiliki agar masa depan lebih terjamin dan terhindar dari kecemasan finansial.
Sayangnya, perilaku konsumtif atau kurangnya literasi keuangan sering membuat perempuan kesulitan menyisihkan uang. Padahal, memiliki tabungan pribadi atau aset mandiri adalah bentuk perlindungan diri terbaik.
Berikut adalah lima langkah cerdas yang bisa diterapkan perempuan untuk mulai menata kondisi finansialnya:
Baca Juga: Jangan Tarik Selimut Lagi! Ini 7 Keajaiban Matahari Pagi bagi Tubuh dan Mental
Terapkan Rumus 50/30/20
Metode ini adalah cara paling sederhana namun efektif dalam membagi pos pengeluaran. Alokasikan 50 persen pendapatan untuk kebutuhan pokok seperti makan, listrik, dan transportasi.
Gunakan 30 persen untuk keinginan seperti hiburan atau belanja, dan wajibkan 20 persen sisanya untuk tabungan atau investasi. Kunci keberhasilannya adalah disiplin menyisihkan 20 persen tersebut di awal bulan, bukan menunggu sisa uang di akhir bulan.
Wajib Miliki Dana Cadangan
Hidup penuh dengan ketidakpastian. Sakit mendadak, kerusakan perabot rumah, atau kehilangan pekerjaan bisa terjadi kapan saja. Perempuan harus memiliki pos dana cadangan atau dana darurat yang terpisah dari rekening harian.
Idealnya, jumlah dana ini setara dengan 3 hingga 6 kali lipat pengeluaran bulanan. Dana ini akan menjadi jaring pengaman agar Anda tidak perlu berutang saat situasi mendesak terjadi.
Bijak Menggunakan Paylater
Kemudahan fitur beli sekarang bayar nanti atau paylater sering kali menjadi jebakan bagi perempuan modern. Membeli barang konsumtif dengan cara mencicil hanya akan menggerogoti pendapatan di masa depan. Gunakan fitur kredit hanya untuk hal yang produktif atau mendesak, dan pastikan Anda sanggup melunasinya tepat waktu agar skor kredit tetap bersih.
Catat Setiap Pengeluaran Kecil
Sering kali uang terasa cepat habis tanpa disadari. Fenomena ini biasanya disebabkan oleh pengeluaran kecil yang sering diremehkan, seperti jajan kopi, biaya admin transfer antarbank, atau langganan aplikasi yang jarang terpakai. Mulailah mencatat setiap rupiah yang keluar setiap hari untuk mendeteksi kebocoran anggaran tersebut.
Mulai Berinvestasi Sejak Dini
Menabung di celengan atau rekening biasa saja tidak cukup untuk melawan kenaikan harga barang atau inflasi. Perempuan perlu mulai melek investasi.
Baca Juga: Me Time Bukan Hal Egois, Ini Pentingnya bagi Kesehatan Mental Perempuan
Pilihlah instrumen yang sesuai dengan profil risiko, seperti reksa dana pasar uang, emas, atau surat berharga negara. Investasi adalah cara agar uang yang Anda miliki bisa berkembang biak secara optimal.
Dengan menguasai manajemen keuangan, perempuan tidak hanya menjadi lebih mandiri, tetapi juga memiliki kekuatan untuk mengambil keputusan hidup dengan lebih tenang dan percaya diri.
(*Sari)















