Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Gula sering kali menjadi musuh utama bagi mereka yang menjalankan pola hidup sehat. Konsumsi gula berlebihan tidak hanya menjadi faktor risiko utama diabetes, tetapi juga berdampak buruk pada kesehatan kulit, seperti kusam dan jerawat.
Sebelum mengenali gejalanya, penting untuk memahami batasan normal kadar gula dalam darah. Secara medis, kadar gula darah normal berkisar antara 70-100 mg/dL sebelum makan.
Baca Juga: Serangan Jantung Diam-diam Tanpa Gejala: Waspada Kolesterol Tinggi dan Diabetes, Cek Batas Aman
Sedangkan setelah makan, angkanya seharusnya berada di bawah 180 mg/dL. Jika melebihi batas tersebut, berbagai risiko kesehatan serius dapat muncul.
Berikut adalah 9 tanda tubuh kelebihan gula yang perlu diwaspadai agar penanganan dini dapat dilakukan:
1. Sering Haus dan Buang Air Kecil
Indikasi paling umum dari tingginya kadar gula adalah intensitas buang air kecil yang meningkat dan rasa haus berlebih. Melansir Everyday Health, kondisi ini terjadi karena ginjal harus bekerja ekstra keras untuk membuang kelebihan glukosa melalui urine, yang kemudian memicu dehidrasi.
2. Mudah Lapar Namun Berat Badan Turun
Penderita gula darah tinggi kerap mengalami polifagia atau rasa lapar berlebihan. Namun, menurut catatan Cleveland Clinic, berat badan justru mengalami penurunan signifikan meski porsi makan bertambah.
“Hal ini disebabkan oleh tubuh yang tidak mendapat energi dari sumber yang diinginkan. Dengan demikian, energi beralih ke otot dan lemak,” jelas Ahli Diet, Lori Zanini.
“Saat tubuh mulai memecah otot dan lemak untuk menghasilkan energi, Anda mengalami penurunan berat badan yang tidak sehat,” imbuhnya.
3. Sering Mengalami Kelelahan Ekstrem
Rasa lelah yang terus-menerus juga menjadi indikator bahwa gula darah tidak terkontrol dengan baik.
“Sederhananya, ketika tubuh tidak memproses insulin dengan baik atau jumlah insulin tidak cukup, gula akan menetap di dalam darah dan tidak masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi,” kata Zanini.
4. Penglihatan Kabur dan Sakit Kepala
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menyebutkan bahwa kadar gula darah tinggi dapat memicu pembengkakan lensa mata akibat kebocoran cairan. Perubahan bentuk lensa ini menyebabkan penglihatan menjadi buram dan sulit fokus, serta sering disertai sakit kepala.
5. Luka Sulit Sembuh
NIDDK juga menyoroti lambatnya penyembuhan luka, goresan, atau memar pada orang dengan gula darah tinggi. Kerusakan saraf dan buruknya sirkulasi darah menghambat proses pemulihan jaringan. Dalam kasus serius, luka ringan berpotensi infeksi dan meningkatkan risiko amputasi.
6. Kesemutan pada Kaki dan Tangan
Kondisi ini disebut neuropati diabetik, yaitu kerusakan saraf akibat gula darah yang tidak terkontrol. Gejalanya berupa sensasi kesemutan, mati rasa, hingga nyeri pada kaki dan tangan, terutama saat malam hari.
7. Perubahan Warna Kulit
American Diabetes Association (ADA) mencatat adanya perubahan pigmentasi kulit pada penderita diabetes. Area seperti leher belakang, ketiak, dan wajah dapat menebal dan menghitam. Lori Zanini menyatakan bahwa ini adalah sinyal resistensi insulin dan peringatan adanya tanda tubuh kelebihan gula.
8. Rentan Infeksi Jamur
Hiperglikemia membuat tubuh rentan terhadap infeksi jamur Candida albicans, khususnya di area genital. Gejala pada wanita meliputi gatal, kemerahan, dan keputihan tidak normal.
“Ragi memakan glukosa, dan jika gula darah Anda tinggi, maka lebih banyak glukosa di saluran kemih,” jelas Ahli Endokrinologi di MemorialCare South County Kidney and Endocrine Center, Rail Bandukwala.
9. Masalah Gusi Berdarah
Tingginya kadar glukosa dalam air liur memicu pertumbuhan bakteri di mulut yang membentuk plak. Jika dibiarkan, hal ini menyebabkan penyakit gusi atau periodontitis, yang ditandai dengan gusi berdarah, nanah, hingga gigi tanggal.
NIDDK memperingatkan bahwa infeksi gusi dapat mempersulit pengendalian diabetes karena respons tubuh akan melepaskan lebih banyak glukosa ke aliran darah.
Baca Juga: Saran Dokter: Jenis Olahraga Terbaik untuk Penderita Diabetes, Fokus Pembakar Lemak
Jika Anda mengalami beberapa gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut guna mencegah komplikasi jangka panjang.
(*Red)
















