Faktakalbar.id, BANDA ACEH – Upaya percepatan pemulihan pasca-bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh menunjukkan hasil positif.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku koordinator Pos Pendamping Nasional mengumumkan bahwa target pemulihan akses infrastruktur vital, khususnya jalan nasional dan jembatan, telah tercapai tepat pada awal tahun baru, Kamis (1/1/2026).
Baca Juga: Akses Kembali Terbuka, Satgas Yonzipur 1/DD Rampungkan Pemasangan Jembatan Bailey di Tapanuli Tengah
Tercapainya target ini sesuai dengan rencana Kementerian Pekerjaan Umum yang mematok tenggat waktu fungsional pada akhir Desember lalu.
Sebanyak 13 titik ruas jalan nasional kini dilaporkan telah dapat dilalui kendaraan, termasuk dua ruas yang menggunakan jalur alternatif.
Konektivitas Antar-Wilayah Pulih
Pulihnya akses ini membuat jalur distribusi logistik utama kembali terhubung.
Jalur krusial seperti Banda Aceh menuju Medan (baik via lintas timur maupun barat), serta akses menuju dataran tinggi Gayo (Takengon dan Bener Meriah) kini sudah terbuka.
Baca Juga: Jalur Darat Lumpuh Total, TNI AL Kerahkan Kapal Perang KRI Banda Aceh Angkut 320 Ton Beras ke Nias
Selain jalan, perbaikan jembatan juga menunjukkan progres signifikan.
Sebanyak 16 jembatan yang sebelumnya rusak kini telah 100 persen fungsional, dengan rincian 12 jembatan di lokasi eksisting dan 4 jembatan menggunakan jalur alternatif.
Untuk penanganan longsor, dari total 361 titik longsoran yang terdata, sebanyak 360 titik atau 99,72 persen telah berhasil bersihkan.
Hanya tersisa satu titik di arah Jembatan Weihni Enang-Enang yang masih dalam pengerjaan, namun arus lalu lintas tetap berjalan melalui jalur alternatif.
Waspada Cuaca Ekstrem
BNPB berharap pulihnya akses darat ini dapat mempercepat pemulihan sektor lain, terutama kelistrikan dan komunikasi di wilayah terisolir.
Namun, pemerintah tetap mewaspadai faktor cuaca yang berpotensi mengganggu infrastruktur yang baru diperbaiki, mengingat daya tampung drainase belum pulih sepenuhnya.
Operasi modifikasi cuaca terus dilakukan sebagai langkah antisipasi.
(ra)
















