Baca Juga: Percepat Distribusi Logistik, Perbaikan Akses Jalan dan Jembatan di Aceh Dikebut
Perbaikan Jembatan dan Longsor
Capaian target pemulihan jalan nasional ini juga dibarengi dengan perbaikan infrastruktur pendukung. Sebanyak 16 jembatan yang rusak dilaporkan telah 100 persen selesai ditangani. Rinciannya, 12 jembatan fungsional di lokasi eksisting dan empat jembatan fungsional melalui jalur alternatif (Weihni Enang-Enang, Jamur Ujung, Titi Merah, dan Krueng Beutong).
Progres signifikan juga terlihat pada penanganan titik longsor. Dari total 361 titik longsor yang tercatat, sebanyak 360 titik (99,72 persen) telah selesai dikerjakan hingga 1 Januari.
Tersisa satu titik di arah Jembatan Weihni Enang-Enang yang masih dalam pengerjaan, namun lalu lintas tetap dapat berjalan melalui jalan alternatif.
Percepat Pemulihan Listrik dan Energi
Pulihnya akses darat utama, baik lintas timur, tengah, maupun barat, diharapkan mempercepat pemulihan sektor vital lainnya.
Wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau, seperti Bener Meriah dan Aceh Tengah, kini terbuka untuk perbaikan layanan energi, kelistrikan, dan komunikasi yang ditargetkan pulih pertengahan Januari.
Kendati demikian, BNPB tetap mewaspadai faktor cuaca yang dapat mengganggu hasil perbaikan. Pasalnya, daya tampung saluran air dan drainase primer belum pulih total.
Baca Juga: Kebut Pembersihan Material Longsor Gunung Salak, Tim Gabungan Pulihkan Akses Jalan Bener Meriah
Operasi teknologi modifikasi cuaca terus dilakukan untuk mendukung percepatan normalisasi sungai.
“BNPB menilai apabila terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, ini dapat menyebabkan terjadinya luapan air, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di tiga kabupaten. Hal tersebut dapat berdampak pada hasil pekerjaan perbaikan jalan dan jembatan,” tulis laporan resmi BNPB.
Pemerintah berharap kolaborasi dan gotong royong semua pihak dapat terus terjaga untuk memastikan infrastruktur yang telah diperbaiki tidak kembali rusak akibat faktor cuaca.
(*Red)
















