Berebut Wilayah Berburu, Warga Kapuas Hulu Tewas Tertembak di Kebun Sawit

Personel kepolisian saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi tewasnya Antonius Toni di area perkebunan sawit, Kecamatan Batang Lupar, Kapuas Hulu. Korban tewas akibat luka tembak usai terlibat cekcok lahan berburu, Rabu (31/12/2025). (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Personel kepolisian saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi tewasnya Antonius Toni di area perkebunan sawit, Kecamatan Batang Lupar, Kapuas Hulu. Korban tewas akibat luka tembak usai terlibat cekcok lahan berburu, Rabu (31/12/2025). (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Terduga pelaku sudah kami serahkan ke Polres Kapuas Hulu untuk proses penyelidikan lanjutan. Saat ini fokus kami memastikan kronologi kejadian dan status senjata yang terlibat,” ujar Saleh saat dikonfirmasi, Kamis (1/1/2026).

Kronologi: Senjata Meletus Saat Pergumulan

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, insiden bermula dari konflik verbal antara korban dan pelaku mengenai batas wilayah berburu yang kemudian memanas menjadi adu fisik.

Situasi semakin genting karena kedua belah pihak diketahui sama-sama membawa senjata api laras panjang.

Baca Juga: Polisi Ungkap Motif Pembunuhan di Kost Sanggau: Pelaku Mengaku Sakit Hati

Dalam pergumulan tersebut, korban sempat berhasil merebut senjata milik EB. Namun, karena emosi yang tak terkendali, korban memukulkan senjata tersebut ke batang pohon sawit.

Benturan keras itu memicu pelatuk senjata, menyebabkan letusan yang pelurunya bersarang di kaki korban.

Korban akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian akibat pendarahan hebat.

Pelaku Menyerahkan Diri

Usai kejadian, EB yang panik segera melaporkan insiden tersebut kepada Kepala Desa Labian, yang kemudian mengarahkannya untuk menyerahkan diri ke pihak berwajib.

Polisi kini tengah mendalami asal-usul senjata api yang digunakan dalam insiden ini, mengingat kasus ini kembali menyoroti bahaya peredaran senjata api di kalangan sipil.

(ra)