Bahaya Kesehatan Mengintai, Dokter Ingatkan Risiko Konsumsi Mi Instan Setiap Hari

Berapa Lama Mi Instan Dicerna? Ini 3 Penyebabnya Menurut Dokter
lustrasi sajian mi instan. Para ahli kesehatan menyarankan untuk membatasi konsumsi mi instan dan melengkapinya dengan sayuran serta protein agar nutrisi tetap terjaga. (Dok. Mufid Majnun/Unsplash)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Mi instan sering menjadi pilihan utama masyarakat karena kepraktisan dan harganya yang terjangkau.

Namun, di balik kemudahannya, para ahli kesehatan kembali mengingatkan potensi dampak buruk bagi tubuh jika konsumsi mi instan dilakukan secara berlebihan atau menjadi menu harian.

Baca Juga: Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Dokter ortopedi asal Mumbai, India, Dr. Manan Vora, memberikan pandangannya terkait kebiasaan ini. Ia menegaskan bahwa mi instan bukanlah makanan yang harus dihindari sepenuhnya, asalkan porsinya dibatasi dan tidak dimakan setiap hari.

“Makan mi instan sekali-sekali tidak akan merusak kesehatan. Tapi jika mengandalkannya setiap hari, dampaknya akan terasa dalam jangka panjang,” ujarnya, seperti dikutip dari Hindustan Times, Kamis (2/1/2026).

Risiko Bahan Pengawet dan Mikroplastik

Dr. Vora menjelaskan bahwa mi instan tergolong makanan ultra-proses. Di dalamnya terkandung sejumlah bahan yang perlu diwaspadai, seperti TBHQ atau pengawet sintetis. Jika masuk ke tubuh terlalu sering, zat ini berpotensi memicu stres oksidatif.

Selain bahan makanannya, kemasan mi instan jenis cup yang berbahan polistirena juga menjadi sorotan. Kemasan ini berisiko melepaskan mikroplastik saat diseduh dengan air panas.

“Paparan ini bisa memicu peradangan dan mengiritasi usus dalam jangka panjang,” tambah Dr. Vora.

Ia juga menyoroti adanya kandungan pewarna buatan, perisa sintetis, serta Monosodium Glutamat (MSG) yang tinggi. Kombinasi bahan-bahan ini membuat rasa mi instan sangat gurih, yang sering kali memicu keinginan untuk makan berlebihan.