“Kejadian ini berdampak pada 75 kepala keluarga atau sekitar 300 jiwa yang mengungsi, serta 35 unit rumah terdampak. Hujan dengan intensitas tinggi masih terus terjadi di wilayah tersebut sehingga potensi bencana susulan masih perlu diwaspadai,” lanjut laporan tersebut.
Selain perkembangan situasi bencana baru, BNPB juga memutakhirkan data penanganan di wilayah terdampak parah seperti Aceh dan Sumatera Utara.
Di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, banjir dan longsor mengakibatkan kerusakan infrastruktur masif sehingga pemerintah daerah memperpanjang status tanggap darurat.
Kondisi isolasi wilayah akibat putusnya akses jalan juga masih terjadi di beberapa titik di Aceh Selatan, Aceh Tenggara, hingga Aceh Utara.
Sedangkan di Sumatera Utara, akses jalan yang sebelumnya tertutup longsor kini telah berhasil dibuka kembali.
Imbauan Kewaspadaan
Menghadapi puncak musim hujan, BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana susulan.
“Menghadapi puncak musim hujan, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang,” bunyi imbauan BNPB.
Masyarakat diharapkan aktif memantau informasi cuaca, menjaga kebersihan saluran air, dan menyiapkan rencana evakuasi mandiri untuk meminimalkan risiko.
Baca Juga: Kepala BNPB Suharyanto Minta BPBD Punya Wewenang Penuh Antisipasi Bencana Nataru
(*Red)
















