Baca Juga: Semarang hingga Subang Terendam, Cuaca Ekstrem Dominasi Laporan Bencana BNPB
Sementara itu, banjir rob masih menggenangi sebagian wilayah Kota Tegal. Fenomena ini dipicu oleh kombinasi hujan intensitas tinggi dan gelombang pasang air laut sejak Jumat (26/12), yang menyebabkan air tertahan di Kecamatan Tegal Barat dan Tegal Timur.
“Sebanyak 375 warga terdampak dan 93 unit rumah serta enam akses jalan terendam. Kondisi terkini hingga Senin (29/12) banjir berangsur surut dan menyisakan genangan setinggi 15 sentimeter di beberapa titik. BPBD Kota Tegal masih bersiaga di lokasi untuk melakukan asesmen dan pemantauan tinggi muka air,” lanjut keterangan BNPB.
Imbauan Kesiapsiagaan Masyarakat
Merespons rentetan peristiwa tersebut, BNPB menekankan pentingnya kewaspadaan dini bagi masyarakat maupun pemerintah daerah. Mengingat Indonesia masih berada dalam periode musim penghujan, potensi hidrometeorologi basah masih cukup tinggi.
“BNPB mengimbau kepada masyarakat dan pemerintah daerah tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan serta mengurangi dampak kejadian bencana yang diakibatkan oleh curah hujan tinggi, mengingat saat ini wilayah Indonesia masih berada pada musim penghujan,” bunyi imbauan tersebut.
Masyarakat disarankan untuk proaktif melakukan langkah pencegahan sederhana di lingkungan masing-masing.
“Hal yang bisa dilakukan antara lain dengan rutin mengamati informasi cuaca, kemudian melakukan pembersihan pada drainase dan saluran air yang berada di pemukiman warga agar jika terjadi hujan saluran air tidak tersumbat dan sebabkan air meluap dan merendam rumah warga,” tutup laporan BNPB.
(*Red)
















