Geopolitik Memanas, Harga Minyak Dunia Terkerek Imbas Insiden Kediaman Putin

"Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara di acara Persatuan Industrialis dan Pengusaha Rusia (RSPP) di Moskow. (Dok. Bloomberg)"
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Dok. Bloomberg)

Faktakalbar.id, INTERNASIONAL – Pasar komoditas energi global bereaksi signifikan pada perdagangan awal pekan ini.

Harga minyak dunia mencatatkan penguatan tajam bukan karena gangguan teknis kilang atau pemangkasan produksi OPEC, melainkan akibat sentimen geopolitik yang memanas pasca beredarnya laporan serangan pesawat nirawak (drone) ke kediaman Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Menguat Didorong Optimisme Kesepakatan Dagang AS-China

Laporan tersebut menyuntikkan kembali premi risiko geopolitik ke pasar dalam hitungan jam. Berdasarkan data perdagangan, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Februari 2026 menguat sebesar US$1,34 atau sekitar 2,4 persen ke level US$58,08 per barel di New York Mercantile Exchange.

Kenaikan serupa terjadi pada acuan global Brent. Kontrak pengiriman Februari 2026 tercatat naik US$1,30 atau 2,1 persen menjadi US$61,94 per barel di London ICE Futures Exchange. Pasar menilai insiden ini sebagai sinyal eskalasi konflik yang kini menyentuh level personal pemimpin negara.

Saling Tuding Rusia dan Ukraina

Faktor utama yang menggerakkan pasar adalah ketidakpastian mengenai respons balasan. Pihak Rusia menuding Ukraina berada di balik serangan tersebut dan memberikan sinyal keras terkait masa depan diplomasi kedua negara.