Semarang hingga Subang Terendam, Cuaca Ekstrem Dominasi Laporan Bencana BNPB

Tim gabungan melakukan pembersihan material pohon tumbang yang terjadi pasca bencana angin kencang menerjang Kota Probolinggo, Jawa Timur, pada Rabu (25/12). (Dok. BPBD Kota Probolinggo)
Tim gabungan melakukan pembersihan material pohon tumbang yang terjadi pasca bencana angin kencang menerjang Kota Probolinggo, Jawa Timur, pada Rabu (25/12). (Dok. BPBD Kota Probolinggo)

Baca Juga: Banjir Kalsel hingga Longsor Jabar, Ini Update Penanganan Bencana Hidrometeorologi dari BNPB

Banjir di Jawa Barat Belum Surut

Di Provinsi Jawa Barat, kejadian banjir dan angin kencang juga menyisakan dampak signifikan. Di Kabupaten Cirebon, banjir merendam Kecamatan Plumbon dan Kedawung sejak Kamis (25/12).

Hingga Jumat (26/12), air setinggi 10 hingga 50 sentimeter masih menggenangi area tersebut, berdampak pada 406 KK.

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Subang. Meluapnya Sungai Ciasem dan Cijengko merendam permukiman di Desa Dukuh, Kecamatan Ciasem.

Selain berdampak pada 168 KK, banjir juga merendam 280 hektare lahan pertanian.

Merespons rentetan bencana hidrometeorologi ini, BNPB meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi pohon tumbang dan luapan air saat hujan deras.

“Merespon berbagai kejadian bencana tersebut, BNPB mengimbau kepada masyarakat dan pemerintah daerah tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan serta mengurangi dampak kejadian angin kencang dan banjir yang diakibatkan oleh curah hujan tinggi,” tulis BNPB dalam keterangan resminya.

(*Red)