“Seperti di Yogyakarta yang menggunakan aksara Jawa, ini bisa menjadi simbol dan ciri khas budaya daerah. Yang terpenting, masyarakat paham dan bisa menerimanya,” imbuhnya.
Edi berharap POM tidak hanya melestarikan adat, tetapi juga berkontribusi menjaga suasana kota yang kondusif melalui nilai-nilai kemelayuan yang santun.
“Orang Melayu dikenal sebagai masyarakat yang beradab dan mengedepankan musyawarah. Inilah yang harus terus kita hidupkan agar suasana kota tetap aman, sejuk, dan harmonis,” pungkasnya.
(*Sari)
















