Faktakalbar.id, ACEH – Bencana alam terbesar sepanjang tahun 2025 menutup akhir tahun dengan duka mendalam di Pulau Sumatera. Di tengah situasi darurat tersebut sebuah video viral di jagat maya memperlihatkan aksi masyarakat Aceh mengibarkan bendera Bulan Bintang yang identik dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM)
Pengibaran bendera ini terjadi saat banjir bandang melanda Provinsi Aceh serta Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Aksi ini dinilai bukan sekadar euforia sejarah melainkan bentuk protes keras atas respons pemerintah yang dianggap lamban.
Meskipun Pemerintah Pusat belum menyetujui penggunaan bendera Bulan Bintang secara resmi, namun Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 telah mengesahkannya sebagai Bendera dan Lambang Aceh.
Baca Juga: Oknum TNI Intimidasi Jurnalis di Aceh, AJI Kecam Keras
Sebagian warga menilai bendera ini adalah warisan sejarah dan representasi identitas budaya. Namun berkibarnya bendera Bulan Bintang di tengah bencana kali ini merefleksikan akumulasi kekecewaan serta rasa pasrah warga terhadap kebijakan pemerintah pusat dalam menangani bencana di Sumatera.
Data BNPB Catat Ribuan Korban Jiwa
Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB merilis data per 21 Desember 2025 yang menggambarkan dahsyatnya dampak bencana. Sebanyak 1.090 orang meninggal dunia sementara 186 orang hilang dan 7.000 warga mengalami luka-luka di 52 kabupaten/kota.
Kerusakan material pun sangat masif hingga melumpuhkan aktivitas warga. Data menunjukkan 147.236 rumah rusak berat disertai kehancuran pada 1.600 fasilitas umum dan 219 fasilitas kesehatan serta 967 sekolah.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf bahkan tak kuasa menahan air mata saat diwawancarai Najwa Shihab di Narasi TV. Ia menangis mengenang derita rakyatnya yang kehilangan keluarga dan tempat tinggal.
















