Penyebab Overthinking dan Cara Ampuh Mengatasinya

Ilustrasi - Beban pikiran terasa begitu berat hingga mengganggu aktivitas. (Dok: Ist)
Ilustrasi - Beban pikiran terasa begitu berat hingga mengganggu aktivitas. (Dok: Ist)
  • Standar Perfeksionisme Tinggi

    Seseorang yang perfeksionis cenderung memiliki ketakutan berlebih terhadap kesalahan. Kondisi ini memicu analysis paralysis (kelumpuhan analisis). Otak terus menimbang opsi tanpa henti karena takut mengambil keputusan yang salah, yang justru menghambat penyelesaian masalah itu sendiri.

  • Mekanisme Otak yang Hiperaktif

    Secara biologis, overthinking berkaitan dengan aktivitas amigdala, bagian otak yang mendeteksi ancaman. Harvard Health Publishing mencatat bahwa pada orang yang cemas, amigdala bekerja terlalu keras mendeteksi bahaya (masalah), bahkan saat situasi sebenarnya aman.

  • Ilusi Kendali (Illusion of Control)

    Banyak orang keliru menganggap bahwa memikirkan masalah terus-menerus sama dengan menyelesaikannya. Padahal, merenung (rumination) justru menguras energi mental yang seharusnya berguna untuk tindakan nyata.

Cara Mengatasi Overthinking Secara Medis

Lantas, bagaimana cara keluar dari jebakan ini? Melarang diri sendiri untuk berpikir, “Jangan dipikirkan!” justru sering kali gagal. Sebaliknya, para terapis merekomendasikan pendekatan teknis berikut:

  • Jadwalkan Waktu Khawatir (Worry Time)

    Teknik ini melatih otak untuk menunda kecemasan. Tentukan waktu khusus, misalnya 20 menit pada sore hari, untuk memikirkan semua masalah. Jika kecemasan muncul di pagi hari, katakan pada diri sendiri untuk menyimpannya nanti sore. Cara ini menjaga sisa waktu Anda tetap produktif.

  • Tantang Pikiran dengan Fakta (CBT)

    Metode Cognitive Behavioral Therapy (CBT) mengajarkan kita untuk menjadi detektif bagi pikiran sendiri. Saat muncul pikiran negatif, tantang dengan pertanyaan: “Apakah saya punya bukti nyata hal buruk ini akan terjadi?” Seringkali, ketakutan itu hanya asumsi tanpa dasar.

Baca Juga: Cara Ampuh Mengatasi Overthinking di Tengah Malam

  • Lakukan Distraksi Fisik

    Uswatun Hasanah, Pakar Kesehatan Jiwa dari Universitas Muhammadiyah Surabaya, menyarankan teknik distraksi sebagai rem darurat saat pikiran mulai bising. Paksa tubuh bergerak seperti berjalan kaki, membereskan rumah, atau berolahraga ringan. Aktivitas ini mengalihkan fokus otak dari internal (pikiran) ke eksternal (lingkungan).

Mengatasi penyebab overthinking memang butuh latihan. Namun dengan mengenali pemicunya, kita bisa mengambil kendali penuh atas pikiran kita, bukan sebaliknya.

(*Sari)