“Ini adalah upaya kita untuk memberikan tempat yang lebih layak bagi masyarakat kita yang mengungsi. Satu KK akan mendapatkan 1 unit. Dengan ini kita berharap kondisi kesehatan dan juga psikologis mereka bisa pulih hingga nanti akhirnya menempati hunian tetap,” jelas Benni Warlis.
Pemerintah Kabupaten Agam sendiri telah menetapkan perpanjangan Status Tanggap Darurat terhitung mulai tanggal 23 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.
Pemulihan Psikososial Anak
Selain infrastruktur fisik, BNPB juga memprioritaskan pemulihan dampak psikologis, khususnya bagi anak-anak.
Kegiatan trauma healing digelar di lokasi pengungsian SDN 05 Kayu Pasak dengan menggandeng relawan dari Talenta Svara Berta dan Komunitas Dongeng Academy.
Baca Juga: BNPB Kebut Pembangunan Huntara dan Huntap Korban Banjir Tapanuli Utara, Target Rampung Awal 2026
Sejumlah pengisi acara nasional seperti penyanyi Berta, pelawak Kimau, dan Bang Tony hadir menghibur para pengungsi.
Kegiatan diisi dengan aktivitas mendongeng, menggambar, serta pembagian bingkisan berupa makanan ringan, peralatan sekolah, dan mainan.
Program ini diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat anak-anak pasca bencana, sekaligus mempersiapkan mental mereka untuk kembali bersekolah usai masa libur berakhir.
(*Red)
















