Faktakalbar.id, SUMATERA – Saat akses darat lumpuh total akibat banjir dan longsor yang menerjang wilayah Sumatera, Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) menerjunkan solusi taktis.
Dalam misi Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi Pasca Bencana Sumatera 2025, pasukan baret ungu ini tidak hanya mengirimkan personel, tetapi juga mengerahkan alutsista legendaris mereka: Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (KAPA) K-61 dan PTS-10.
Baca Juga: 60 Tahun Mengabdi, “Sang Legenda” Hercules C-130B TNI AU Mulai Pensiun Bertahap
Kendaraan yang di medan tempur dikenal sebagai pengangkut artileri mematikan ini, kini bertransformasi fungsi menjadi “kendaraan penyelamat hidup”.
Pengerahan “Monster Amfibi” ini menjadi kunci untuk menembus wilayah-wilayah yang terisolasi total.
“Di medan tempur, kendaraan ini adalah pengangkut artileri. Namun, di tengah luka Sumatera akibat bencana, fungsi mereka bertransformasi menjadi ‘Kendaraan Penyelamat Hidup’,” tulis laporan situasi lapangan tersebut.
Gudang Logistik Berjalan
Kemampuan amfibi KAPA K-61 dan PTS-10 memungkinkan mereka berjalan di medan berlumpur dan langsung “berenang” menyeberangi sungai yang meluap atau area banjir yang tidak bisa dilewati truk bantuan biasa.
Kendaraan ini difungsikan sebagai gudang logistik berjalan yang mampu mengangkut ribuan paket bantuan.
“Kendaraan ini mampu berjalan di darat dan langsung “berenang” menyeberangi sungai atau wilayah banjir tanpa hambatan,” jelas laporan tersebut.
Selain membawa sembako, obat-obatan, dan tenda darurat ke titik tersulit, kendaraan baja ini juga melakukan evakuasi taktis.
Warga yang sakit atau terjebak di area terisolasi dievakuasi menggunakan kendaraan ini menuju zona aman.
Operasi ini menegaskan prinsip bahwa alutsista TNI tidak hanya dirancang untuk menghancurkan musuh, tetapi juga untuk merajut kembali harapan rakyat, dengan memegang teguh pedoman bahwa keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.
(Ra)
















