“Kajian mengenai pembangunan jembatan akan dimulai pada Januari 2026… dari Pengakalan Balak di Masjid Tanah menuju Indonesia,” ujar Ab Rauf.
Dampak Ekonomi
Ab Rauf menegaskan bahwa studi kelayakan untuk proyek skala besar ini akan disempurnakan terlebih dahulu sebelum diajukan ke tingkat pusat melalui Dewan Perencanaan Fisik Nasional (National Physical Planning Council/MPFN) untuk dievaluasi.
Ia optimistis, keberadaan infrastruktur raksasa ini akan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi baru bagi wilayahnya dan juga Indonesia.
“Kami percaya jika rencana ini terealisasi, jembatan ini akan membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi Melaka,” pungkasnya.
(ra)










