Faktakalbar.id, NASIONAL – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membawa kabar gembira bagi sektor perkebunan nasional.
Pemerintah Amerika Serikat (AS) secara resmi menyepakati bahwa ekspor sawit dan kopi Indonesia ke negara tersebut kini mendapat fasilitas bebas tarif.
Kesepakatan penting ini tercapai setelah kedua negara melakukan perundingan lanjutan mengenai perdagangan bilateral.
Kebijakan ini menjadi angin segar bagi industri dalam negeri, khususnya yang sebelumnya cemas akan ancaman tarif resiprokal 19 persen.
Airlangga menegaskan bahwa AS memberikan perlakuan khusus untuk sejumlah komoditas unggulan tanah air.
“AS memberikan pengecualian kepada tarif produk unggulan kita seperti minyak sawit, kopi, teh,” kata Airlangga dalam konferensi pers virtual dari Washington, Selasa kemarin.
AS Incar Mineral Kritis RI
Namun, Airlangga mengungkapkan bahwa kesepakatan ini tidak bersifat satu arah.
Sebagai timbal balik atas pembebasan tarif ekspor sawit dan kopi, AS meminta akses terhadap sumber daya mineral Indonesia.
“Dan AS sangat berharap untuk mendapatkan akses terhadap critical mineral (Indonesia),” ucap Airlangga.
Mineral kritis (critical mineral) seperti nikel, aluminium, dan litium memang memegang peran vital dalam perekonomian dan pertahanan masa depan.
Pemerintah AS memandang komoditas ini sangat strategis karena rentan gangguan pasokan dan sulit tergantikan.
Kerja sama ini bersifat komersial dan strategis yang bertujuan menguntungkan ekonomi kedua negara secara seimbang.










