Cuaca Ekstrem Picu Bencana Hidrometeorologi di Bima hingga Nias, Satu Warga Meninggal

Banjir merendam permukiman warga di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi pada Sabtu (20/12). (BPBD Kabupaten Bima)
Banjir merendam permukiman warga di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi pada Sabtu (20/12). (Dok. BPBD Kabupaten Bima)

Banjir Bandang Nias Telan Korban Jiwa

Kondisi memprihatinkan terjadi di Kabupaten Nias, Sumatera Utara. Cuaca ekstrem memicu banjir, tanah longsor, dan banjir bandang di Kecamatan Bawolato.

Setelah banjir awal pada Sabtu (20/12) merusak 14 rumah di Desa Orahua, banjir bandang susulan terjadi pada Minggu (21/12).

“Kejadian ini mengakibatkan satu korban jiwa di Desa Sifaoroasi Uluhou,” ungkap laporan tersebut.

Korban meninggal dunia telah dievakuasi, sementara warga lainnya mengungsi ke tempat yang lebih aman di bawah penanganan BPBD dan pemerintah daerah setempat.

Baca Juga: Ribuan Rumah di Jatim, Kalsel, dan Riau Terendam Banjir, BNPB Rilis Data Terbaru

Angin Kencang Terjang Jawa

Selain banjir, bencana hidrometeorologi berupa angin kencang melanda wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di Kabupaten Sidoarjo, angin kencang pada Sabtu (20/12) merusak 102 rumah, fasilitas umum, dan tempat usaha di Kecamatan Buduran dan Candi.

Kondisi serupa terjadi di Jawa Tengah pada Minggu (21/12). Di Kabupaten Cilacap, angin kencang berdampak pada 32 KK di Desa Tambaksari dan Cipari dengan kerusakan puluhan rumah.

Sementara di Kabupaten Magelang, hujan lebat dan angin kencang merusak delapan rumah di Desa Gantang, Kecamatan Sawangan.

Menyikapi rentetan kejadian ini, BNPB meminta seluruh elemen pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Masyarakat diharapkan menghindari aktivitas di sekitar bantaran sungai, lereng rawan longsor, serta memangkas atau mengamankan pohon yang berpotensi tumbang,” bunyi imbauan BNPB.

(*Red)