“MBG menjadi bahan kering (bukan olahan), misalnya buah, susu, roti (buatan UMKM), dan telur. Telurnya biar awet pakai telor asin,” ungkap Nanik.
Tidak Ada Paksaan
Nanik menegaskan bahwa pelaksanaan program di masa libur ini bersifat fleksibel dan berdasarkan kesepakatan antara sekolah dan murid.
Orang tua siswa juga diperkenankan untuk mewakili pengambilan makanan.
“Untuk anak-anak sekolah tergantung kesepakatan dengan pihak sekolah… Jadi tidak dipaksa ya yang di sekolah,” tegas Nanik.
Prinsip utamanya, menurut Nanik, adalah memastikan perbaikan gizi anak tidak terputus hanya karena kegiatan belajar mengajar sedang libur.
(ra)
















