“Sebagian wilayah memang terpapar sistem cuaca Mediterania, yang memicu turunnya salju terutama pada periode Desember hingga Februari,” jelasnya.
Meskipun fenomena salju di Arab Saudi ini merupakan hal yang lumrah secara musiman, Al Thaqafi menambahkan bahwa waktu kemunculannya tidak memiliki siklus astronomi yang pasti atau tetap setiap tahunnya.
Intensitas dan waktu turunnya salju sangat bergantung pada kondisi atmosfer serta dinamika perubahan iklim yang terjadi saat ini.
Suhu Ekstrem di Bawah Nol Derajat
Selain turunnya salju, kondisi musim dingin di dataran utara Arab Saudi juga diiringi dengan penurunan suhu yang drastis.
Laporan meteorologi setempat mencatat bahwa suhu di kawasan tersebut dapat turun hingga mencapai angka di bawah nol derajat Celcius.
Baca Juga: Tanda Kiamat Juga Muncul Di Selandia Baru
Kondisi dingin ini sering kali disertai dengan fenomena cuaca lainnya yang perlu diwaspadai, seperti badai petir dan angin kencang di beberapa titik lokasi.
Penjelasan dari pakar ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang tepat kepada masyarakat luas mengenai karakteristik iklim di wilayah gurun Arab Saudi saat memasuki puncak musim dingin.
(*Red)
















