Faktakalbara.id, LIFESTYLE – Ubi jalar merupakan salah satu komoditas pangan yang sangat cocok bagi pemula yang ingin bercocok tanam di halaman rumah.
Selain menawarkan rasa manis dan nutrisi tinggi, tanaman ini memiliki daya tahan yang baik dan perawatan yang relatif sederhana.
Melansir panduan dari laman Martha Stewart, keberhasilan menanam ubi jalar bergantung pada beberapa faktor kunci, mulai dari pemilihan bibit hingga teknik penyimpanan.
Berikut adalah langkah-langkah praktis menanam ubi jalar agar menghasilkan umbi yang berkualitas.
Baca Juga: Mau Coba? Ini Cara Menanam Hidroponik di Rumah untuk Pemula
1. Siapkan Bibit dari Tunas
Berbeda dengan mayoritas tanaman sayur, petani tidak menanam ubi jalar dari biji, melainkan menggunakan tunas atau slips yang tumbuh dari ubi dewasa.
Langkah pertama, pilihlah ubi jalar yang sehat, mulus, dan bebas luka. Gunakan ubi organik untuk memperbesar peluang pertumbuhan.
Letakkan ubi tersebut secara horizontal di dalam wadah berisi air. Manfaatkan tusuk gigi untuk menopang bagian tengah ubi agar hanya setengah bagian bawahnya yang terendam.
Simpan wadah di tempat hangat dengan pencahayaan tidak langsung dan ganti air secara rutin.
Tunas biasanya akan muncul dalam waktu dua hingga empat minggu.
Anda bisa memisahkan tunas tersebut untuk ditanam saat panjangnya sudah mencapai 15-20 sentimeter dan memiliki akar kecil.
2. Perhatikan Media Tanam dan Penyinaran
Ubi jalar membutuhkan tanah yang gembur, berpasir, atau lempung dengan sistem drainase yang lancar.
Hindari penggunaan tanah yang terlalu liat karena berisiko menahan air dan memicu pembusukan umbi.
Bagi pemilik lahan terbatas atau kondisi tanah yang kurang ideal, penggunaan bedengan atau pot besar bisa menjadi solusi cerdas.
Pastikan juga tanaman mendapatkan sinar matahari penuh selama enam hingga delapan jam per hari untuk memaksimalkan pembentukan umbi.
3. Teknik Tanam dan Perawatan
Saat menanam, buatlah lubang sedalam 10-15 sentimeter dengan jarak antar tanaman sekitar 30-45 sentimeter.
Masukkan tunas ke dalam lubang, pastikan daun tetap berada di atas permukaan, lalu tutup kembali dengan tanah.
Siram secukupnya untuk membantu adaptasi tanaman.
Ketika tanaman mencapai tinggi 15 sentimeter, lakukan teknik hilling atau menimbun tanah di sekitar pangkal batang. Cara ini efektif merangsang pembentukan umbi di dalam tanah.
Jaga kelembapan tanah dengan penyiraman rutin namun tidak berlebihan. Untuk nutrisi, berikan pupuk dengan kandungan fosfor dan kalium tinggi.
Kurangi unsur nitrogen karena hanya akan memacu pertumbuhan daun yang rimbun tanpa menghasilkan banyak umbi.
4. Panen dan Proses Curing
Tanaman ubi jalar umumnya siap panen setelah berusia tiga hingga empat bulan. Perhatikan tanda fisiknya, yakni saat daun dan sulur mulai menguning.
Potong sulur beberapa hari sebelum panen untuk mengeraskan kulit umbi. Gunakan garpu taman atau sekop secara hati-hati saat menggali tanah.
Setelah panen, hindari mencuci umbi secara langsung. Lakukan proses curing atau pengeringan selama 10-14 hari di tempat hangat dan lembap.
Baca Juga: Bukan Sekadar Tanaman Hias! Ini 5 Manfaat Kumis Kucing untuk Ginjal dan Kesehatan
Proses ini penting untuk meningkatkan rasa manis dan daya simpan.
Terakhir, simpan ubi di tempat sejuk dan gelap dengan suhu sekitar 10-15 derajat Celsius, bukan di dalam lemari es.
(*Sari)
















