Review Film Avatar Fire and Ash: Visual Luar Biasa untuk Cerita yang Terlalu Biasa

"varang-fire-and-ash-review"
Varang, pemimpin klan Ash People yang diperankan oleh Oona Chaplin dalam film terbaru James Cameron, Avatar: Fire and Ash. (Dok. IMDB)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Sean Burns mengakui rasa hormatnya terhadap ambisi dan inovasi teknis yang dilakukan James Cameron dalam membangun jagat Avatar. Menurutnya, Hollywood membutuhkan sosok visioner yang berani menciptakan alam semesta dari imajinasi murni daripada sekadar mendaur ulang komik atau waralaba lama.

Namun, Burns secara jujur menyebut film tersebut sangat membosankan. Ia mengkritik estetika “hiper-luas” dan desain Na’vi yang menurutnya kurang menarik.

Lebih jauh, ia menilai Cameron masih terjebak dalam kiasan film Barat klasik tentang pendatang yang “menyatu dengan alam” dan memimpin pemberontakan melawan sekutu kolonialnya sendiri.

Kehadiran Varang: Angin Segar di Pandora

Satu elemen yang paling menonjol dalam Fire and Ash adalah karakter Varang, pemimpin klan Ash People yang haus darah. Karakter ini diperankan dengan luar biasa (melalui motion capture) oleh Oona Chaplin.