“Langkah taktis ini diambil sebagai respons cepat atas terputusnya jalur distribusi logistik darat, khususnya rute menuju Sibolga, akibat bencana banjir dan tanah longsor… Terhambatnya akses darat dikhawatirkan mengancam stok pangan di Nias, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru),” jelas laporan situasi lapangan.
Dengan tibanya pasokan 320 ton beras ini, diharapkan stabilitas harga dan ketersediaan pangan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) tersebut tetap terjaga meskipun di tengah kepungan bencana.
(Ra)
















