“Agenda ground breaking hunian dijadwalkan akan dilaksanakan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman pada Minggu (21/12),” tulis keterangan resmi BNPB yang diterima, Jumat (19/12).
BNPB juga melakukan sosialisasi intensif kepada warga, salah satunya di Kantor Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting. Hal ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai mekanisme bantuan dan tahapan pembangunan.
“Percepatan pembangunan huntap akan dilakukan dengan pendekatan holistik, memperhatikan aspek keamanan, keberlanjutan lingkungan, dan pemulihan sosial ekonomi masyarakat terdampak,” tegas pihak BNPB.
Update Penanganan Korban dan Infrastruktur
Di samping fokus pada hunian, operasi tanggap darurat masih terus berjalan. Hingga Jumat (19/12), data mencatat jumlah korban meninggal dunia mencapai 369 jiwa.
Operasi SAR masih diintensifkan di empat sektor krusial untuk mencari 71 orang yang dilaporkan hilang.
Baca Juga: Pemulihan Bencana Sibolga, Pemerintah Siapkan Huntap dan Perpanjang Masa Penanganan Darurat
Pemulihan infrastruktur di 12 kabupaten/kota terdampak juga terus dikerjakan. Sebanyak 362 titik gangguan infrastruktur telah ditangani secara bertahap.
Namun, jalur utama seperti Tarutung–Sibolga dan Sibolga–Batangtoru masih memerlukan penanganan khusus.
Distribusi logistik pun terus mengalir. Tercatat 9,69 ton bantuan logistik mencakup pangan dan sanitasi telah disalurkan pada Jumat kemarin.
BNPB memastikan seluruh layanan kesehatan di Puskesmas dan Rumah Sakit beroperasi penuh untuk melayani warga.
(*Red)
















