Percepat Pemulihan Sumut, BNPB Fokus Realisasikan Pembangunan Huntap dan Perbaikan Infrastruktur

Rumah contoh hunian sementara (huntara) di Desa Sibalanga, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara
Rumah contoh hunian sementara (huntara) di Desa Sibalanga, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus menggenjot upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera Utara.

Langkah strategis yang kini menjadi prioritas adalah percepatan pembangunan huntap (hunian tetap) dan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak, khususnya di Kabupaten Tapanuli Utara.

Baca Juga: BNPB Gencarkan Normalisasi Sungai dan Siapkan HUNTAP Pascabencana Sibolga

Upaya ini dilakukan untuk memastikan pemulihan jangka menengah dan panjang berjalan terukur serta berorientasi pada keselamatan warga.

Saat ini, BNPB menitikberatkan pada penguatan data administrasi sebagai landasan kerja. Proses verifikasi dan validasi data calon penerima bantuan terus dikebut agar bantuan tepat sasaran.

Selain pendataan, BNPB juga memantau langsung progres di lapangan, termasuk peninjauan rumah contoh di Desa Sibalanga. Rumah ini dijadikan acuan teknis standar bangunan yang aman dari risiko bencana.

Jadwal Groundbreaking dan Target Hunian

Pemerintah telah memetakan kebutuhan penanganan pascabencana. Tercatat sebanyak 5.974 rumah mengalami kerusakan berat.

Sebagai respons cepat, rencana pembangunan 2.524 unit Huntara tengah memasuki tahap identifikasi lahan di beberapa titik, seperti Tapanuli Tengah dan Langkat.

Khusus untuk wilayah Tapanuli Utara, realisasi fisik akan segera dimulai. Agenda peletakan batu pertama (ground breaking) dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan ini.

“Agenda ground breaking hunian dijadwalkan akan dilaksanakan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman pada Minggu (21/12),” tulis keterangan resmi BNPB yang diterima, Jumat (19/12).

BNPB juga melakukan sosialisasi intensif kepada warga, salah satunya di Kantor Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting. Hal ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai mekanisme bantuan dan tahapan pembangunan.

“Percepatan pembangunan huntap akan dilakukan dengan pendekatan holistik, memperhatikan aspek keamanan, keberlanjutan lingkungan, dan pemulihan sosial ekonomi masyarakat terdampak,” tegas pihak BNPB.

Update Penanganan Korban dan Infrastruktur

Di samping fokus pada hunian, operasi tanggap darurat masih terus berjalan. Hingga Jumat (19/12), data mencatat jumlah korban meninggal dunia mencapai 369 jiwa.

Operasi SAR masih diintensifkan di empat sektor krusial untuk mencari 71 orang yang dilaporkan hilang.

Baca Juga: Pemulihan Bencana Sibolga, Pemerintah Siapkan Huntap dan Perpanjang Masa Penanganan Darurat

Pemulihan infrastruktur di 12 kabupaten/kota terdampak juga terus dikerjakan. Sebanyak 362 titik gangguan infrastruktur telah ditangani secara bertahap.

Namun, jalur utama seperti Tarutung–Sibolga dan Sibolga–Batangtoru masih memerlukan penanganan khusus.

Distribusi logistik pun terus mengalir. Tercatat 9,69 ton bantuan logistik mencakup pangan dan sanitasi telah disalurkan pada Jumat kemarin.

BNPB memastikan seluruh layanan kesehatan di Puskesmas dan Rumah Sakit beroperasi penuh untuk melayani warga.

(*Red)