Mengapa Korban KBGO Sulit untuk Melapor?

Poster yang bertuliskan, "You Don't Have To Be Scared Of Equality" dibawa saat demonstrasi (Dok. Ist)
Poster yang bertuliskan, "You Don't Have To Be Scared Of Equality" dibawa saat demonstrasi (Dok. Ist)

Informasi mengenai lembaga pendampingan, layanan pengaduan, dan mekanisme perlindungan korban KBGO juga belum tersebar merata.

Akibatnya, banyak korban tidak mengetahui ke mana harus melapor dan bagaimana mencari bantuan.

Baca Juga: Ketimpangan Gender Kalbar 2024: Membaik di Atas Kertas, Namun “Tersandera” Pernikahan Dini dan Kesenjangan Kerja

Sulitnya korban KBGO untuk melapor menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih berpihak pada korban.

Pencegahan dan penanganan tidak cukup hanya mengandalkan regulasi, tetapi juga membutuhkan dukungan psikologis, pendampingan hukum, serta perubahan cara pandang masyarakat.

Tanpa sistem perlindungan yang aman dan inklusif, KBGO akan terus menjadi persoalan laten di ruang digital, sementara korban tetap memilih diam karena merasa tidak memiliki ruang aman untuk bersuara.

(*Sari)